Logo Header Antaranews Riau

Riau berada di posisi dua

Rabu, 5 Oktober 2011 08:25 WIB
Image Print

Pekanbaru, (ANTARARIAU News) - Meski berhasil menambah lima emas, namun Kontingen Provinsi Riau selaku tuan rumah, masih berada di posisi kedua terbanyak perolehan medali pada Pekan Olahraga Pelajar Nasioal, di Kota Pekanbaru, Riau, Selasa.

Hingga hari kelima penyelenggaraan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XI, Selasa, posisi puncak tetap ditempati Kontingen Jawa Timur (Jatim), atau berselisih enam emas dengan Riau.

Tuan rumah mendapat tambahan emas, dua perak dan satu perunggu pada hari Selasa ini dari beberapa cabang olahraga (Cabor).

Cabor angkat besi menyumbang dua emas dan satu perak, Panahan satu emas, renang (satu), kemudian atletik (satu emas, satu perunggu).

Medali emas Riau dari angkat besi disumbangkan Cenes Surya Perdana (kelas 94+ Kg Putra), dan Maharani (kelas 69 Kg). Sedangkan perak dipersembahkan Andro Imanuel (kelas 94+ Kg).

Medali emas lain disumbangkan Cabor atletik melalui nomor andalan Riau, yakni lempar lembing yang dipersembahkan Junaidi, Ini merupakan emas pertama baginya.

Atletik juga menyumbangkan satu perak melalui Agus Supriadi. Kedua atlet mengaku senang dengan hasil kerja keras latihan yang mereka capai.

Sementara itu, Cabor renang yang semula diprediksi meraih empat emas, terpaksa pupus, setelah ada protes tentang status perenanga andalannya, I Gede Siman Sudarta.

Protes dilakukan sejumlah kontingen, karena Sudharta dianggap atlet Pelatnas SEA Games. Karenanya, tiga nomor yang dimenangkannya dianggap tidak dihitung.

Ini bertolak dari salah satu aturan, yakni, atlet Pelatnas SEA Games tak bisa turun berlaga di arena tingkat pelajar, seperti Popnas.

Namun, hal ini tidak saja dialami Riau. Beberapa daerah seperti DKI Jakarta, Jabar, dan Jateng, juga menghadapi nasib, atau hasil serupa.

Emas Riau dari cabang renang yang dianggap memenuhi syarat untuk dihitung, yakni, berasal dari nomor 50 meter gaya dada Putra atasnama Denis Tiwa Joshua.

Lalu, tambahan emas lainnya berasal dari panahan melalui atletnya Sella Triadi R yang turun di kelas jarak 50 Meter.

Jatim yang berada di posisi pertama memiliki banyak perolehan medali dari Cabor panahan ini.

Diperkirakan, pundi-pundi emas Riau masih akan didulang dari beberapa Cabor andalan, seperti dayung, senam, dan renang.

Pimpinan Dinas Olahraga dan Pemuda (Dispora) Riau, Doni Aprialdi mengatakan, pihaknya berharap, Riau apat menambah medali emas dari cabor-cabor tersebut.

Bahkan dia optimistis, sekitar 10 keping emas bisa diraih dari tiga Cabor ini.

"Kemungkinan tambahan medali masih terbuka dan berpeluang hingga hari penutupan nanti. Jadi kami harus terus optimis dapat mengejar ketertinggalan dari provinsi teratas (Jatim)," tuturnya.

Ia juga minta para atlet harus bisa mengobarkan jiwa juang yang tinggi demi mewujudkan hal tersebut.

Secara terpisah, Sekretaris Umum Persatuan Angkat Besi dan Angkat Berat (Pabbsi) Riau, Ikhsan, mengaku bangga dengan prestasi yang diraih para atlet tersebut di hari terakhir pertandingan cabang ini.

"Raihan medali emas di Cabor ini, kiranya dapat memicu semangat berlatih lebih baik guna menjadi atlet andalan Riau ke depannya," katanya usai penyerahan medali.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026