Logo Header Antaranews Riau

Ketika Si Monster Kembali Datang

Minggu, 17 April 2011 21:11 WIB
Image Print

Pekanbaru, 17/4 (ANTARA)- Setiap tahun Ujian Nasional selalu menjadi momok yang menakutkan bagi siswa kelas III Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Walaupun telah menjadi rutinitas, pelaksanaan ujian nasional (UN) tetap saja meresahkan peserta UN, terutama untuk setingkat SMA yang akan dilangsungkan pada 18-21 April mendatang.

Seperti yang diungkapkan Rizki Kurniawan, siswa kelas III IPA SMAN 6 Pekanbaru ini mengaku resah menjelang pelaksanaan UN.

"Sejak dua hari yang lalu, saya tidak bisa tidur setiap kali memikirkan UN," ujar anak bungsu dari dua bersaudara ini di Pekanbaru.

Keresahan ini, lanjutnya, tetap saja muncul walaupun dirinya sudah mempersiapkan diri untuk mengikuti UN ini sejak dua bulan yang lalu. Pengayaan di sekolah maupun bimbingan belajar terus diikutinya.

Berbagai kisi-kisi soal UN yang berasal dari tahun-tahun sebelumnya juga dilahapnya. Tekadnya bulat, yakni bisa lulus dalam UN pada tahun ini.

Selain belajar maksimal, ia pun tak lupa berdoa. Dirinya pun meminta pada keluarga untuk mendoakannya lulus dalam UN.

"Apalagi pada tahun ini sistemnya berbeda karena tidak ada ujian ulangan. Sistem ini baru pertama kali diterapkan. Takutnya, kami hanya jadi kelinci percobaan," kata dia.

Meski demikian, ia mengaku cukup terhibur dengan mekanisme kelulusan yang memperhitungkan nilai sekolah.

Ya, nilai sekolah mendapatkan porsi 40 persen dalam penentuan kelulusan.

"Tapi kalau tidak lulus, terpaksa mengulang tahun berikutnya," keluhnya.

Kepala Sekolah SMAN 1 Pekanbaru, Khaidir MPd, mengatakan pihaknya telah mempersiapkan UN dengan baik.

Soal-soal, lanjutnya, telah dilakukan pengepakan dan hanya perlu dilakukan pendistribusian pada pelaksanaan UN.

"Sejak jauh-jauh hari siswa sudah diingatkan untuk tidak terlalu risau menghadapi UN ini. UN bukan monster yang harus ditakuti," jelasnya.

Khaidir mengatakan pihaknya telah mengadakan Try Out atau uji coba soal UN selama lima kali sebelum pelaksanaan UN.

Tujuannya, untuk membiasakan dengan pelaksanaan UN agar siswa tidak gamang ketika UN dilangsungkan.

Pada tahun ini juga, lanjut Khaidir, potensi kecurangan akan berkurang, karena ada lima jenis soal ditambah satu soal cadangan.

"Saya sudah peringatkan pada anak-anak untuk tidak mencari-cari bocorannya, karena ada lima jenis soal tahun ini. Saya bilang pada mereka untuk giat belajar," katanya.

UN di SMAN 1 Pekanbaru diikuti 264 siswa baik IPA dan IPS. UN nanti juga akan dilangsungkan di 15 ruangan yang ada di sekolah favorit tersebut.

"Siswa diminta untuk menjaga kesehatannya menjelang pelaksanaan UN," imbuh dia.

Jujur
Kepala Dinas Pendidikan Riau, HM Wardan, mengharapkan pelaksanaan UN pada tahun ini dapat berlangsung jujur tanpa adanya kecurangan yang berasal baik dari guru maupun siswa.

"UN pada tahun ini lebih pada pendidikan karakter. Pembinaan moral. Lihat saja, ada lima jenis soal pada pelaksanaannya sehingga menutup celah terjadinya kecurangan," kata dia.

Wardan mengatakan pihaknya tidak akan segan-segan memberikan sanksi tegas baik kepada guru maupun siswa yang berbuat kecurangan.
Pihaknya juga sudah melakukan himbauan baik media cetak maupun elektronik agar pelaksanaan UN dapat berlangsung jujur.

"Kita tidak membantah pentingnya peringkat kelulusan, namun yang lebih diutamakan apakah prosesnya sudah berlangsung jujur atau tidak," tukas mantan Kadisdik Inhil ini.

Untuk itu pihaknya tidak menargetkan berapa kelulusan pada tahun ini.

Dinas Pendidikan, lanjutnya, meminta guru maupun siswa berupaya maksimal dalam menghadapi UN.

Wardan juga memperingatkan bahwa dalam pelaksanaan nanti diharapkan siswa tidak percaya pada bocoran kunci jawaban baik yang beredar di internet maupun melalui pesan singkat.

"Untuk tahun ini tidak ada Tim Pemantau Indipenden (TPI), melainkan hanya pengawas silang," jelasnya.

Begitu juga peran universitas tidak hanya sebatas pada pengoreksian jawaban tetapi juga dilibatkan pada pendistribusian dan pengawasan UN.

Tahun lalu, Riau menempati peringkat tiga nasional kelulusan UN untuk tingkat SMA. Dengan persentase kelulusan IPA sebanyak 98,76 persen, IPS sebanyak 98, 74 persen dan Bahasa 97,34 persen.

UN untuk SMA/SMK/MA akan dilangsungkan pada 18-21 April dan diikuti 43.757 siswa SMA/MA dan 17.532 siswa SMK di Riau.



Pewarta :
Editor: Indriani
COPYRIGHT © ANTARA 2026