
Jembatan Leighton Dikabarkan Ambruk

Pekanbaru, 17/3 (ANTARA) - Jembatan Leighton yang menghubungkan pusat Kota Pekanbaru dengan Kecamatan Rumbai dikabarkan ambruk sehingga banyak warga berdatangan ke lokasi jembatan yang terletak di Jalan KL Yos Sudarso, Pekanbaru, Rabu siang. Sebagian jurnalis lokal dan nasional juga termakan isu itu, yang didapatkan melalui layanan pesan singkat (sms) telepon seluler berantai sehingga langsung menuju bangunan jembatan yang berusia 33 tahun tersebut. "Kami langsung menuju lokasi jembatan dan begitu juga dengan warga, namun kabar amruknya Jembatan Leighton itu tidak benar," ujar Iwan (27), jurnalis televisi nasional. Menurutnya, isu ambruknya jembatan yang diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 19 April 1977 itu merupakan yang kedua kalinya sepanjang tahun 2010 setelah sebelumnya juga berhembus kabar yang sama pada Februari lalu. Warga dan jurnalis mudah termakan isu, sebab jalur penghubung yang memiliki nama lain Jembatan Siak I itu yang memiliki panjang 350 meter itu cukup memprihatinkan. "Kalau banyak kendaraan yang melintas di atasnya, maka jembatan itu terasa seakan bergoyang karena pondasi yang dibangun di dasar Sungai Siak itu diduga tidak lagi kokoh," jelasnya. Polsek Senapelan selaku intansi pelayanan masyarakat yang kantornya tidak jauh berada dari lokasi bangunan Jembatan Leinghton mengaku banyak menerima telepon masuk menanyakan kebenaran kabar amruknya jembatan itu. "Kami banyak menerima pertanyaan warga berbagai kalangan tidak hanya dari Pekanbaru, tapi juga Jakarta terkait isu amruknya Jembatan Leighton. Tapi kami tegaskan itu tidak benar karena arus lalulintas yang melintasi jembatan itu lancar," ujar Kapolsek Senapelan, AKP Hendrawan. Tahun 1993, Jembatan Leighton yang diambil dari nama arsiteknya berkebangsaan Amerika Serikat itu disarankan ditutup oleh pemerintah setempat karena ditemukan sejumlah keretakan yang mengkhawatirkan pada bangunan kontruksinya. Namun saran tersebut tidak digubris karena jembatan pengganti yang sama belum ada sehingga demi keamanan jembatan maka dibangun portal pada kedua bagian ujung jembatan agar kendaraan tonase yang besar tidak melintas. Sejak itu jembatan yang dibangun perusahaan minyak asal Amerika Serikat, Chevron (dulunya Caltex) itu hanya bisa dilintasi oleh kendaraan minibus, mobil pribadi dan kenderaan roda dua.

