Logo Header Antaranews Riau

Polisi Lepas Tembakan Hadapi Massa di Rupat

Minggu, 7 Maret 2010 12:35 WIB
Image Print

Bengkalis, 7/3 (ANTARA) - Aparat kepolisian melepaskan tembakan saat menghadapi ratusan massa asal Desa Sungai Cingam, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, yang bentrok dengan aparat keamanan itu, di pulau Rupat, Ahad.Ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Sungai Cingam (Geram) bentrok dengan puluhan aparat kepolisian saat menggelar aksi solidaritas menuntut pembebasan lahan sawit milik sekelompok pengusaha asal Kota Dumai.Kelompok pengusaha Dumai itu membuka areal ratusan hektare kebun sawit yang di klaim warga sebagai tanah mereka.Dalam aksinya, massa yang berjumlah lebih dari 300 orang itu melakukan penyegelan terhadap sejumlah perangkat kerja seperti alat berat jenis excavator arm dan bolduser, mobil proyek, serta menghentikan secara paksa pekerja lapangan. Selain itu, massa juga melakukan pengrusakan terhadap beberapa rumah yang diduga milik kelompok usaha tersebut dengan cara melemparinya dengan batu dan melakukan penyemprotan cat ke dinding rumah tersebut.Massa yang melakukan aksinya dengan berjalan kaki itu juga kerap mengancam pekerja lapangan yang dilintasinya dengan mengacungkan senjata tajam. Mendapat kabar aksi brutal massa itu, salah seorang yang tergabung dalam kelompok usaha perkebunan itu, Hengki Kurniawan didampingi kuasa hukumnya mendatangi Markas Polisi Sektor (Polsek) setempat untuk meminta perlindungan.Polisi yang mendapat laporan itu, beberapa saat lansung terjun ke tempat kejadian dengan dilengkapi senjata laras panjang. "Puluhan anggota yang saya terjunkan ke tempat kejadian langsung saya berikan izin pembubaran paksa massa solidaritas itu karena telah menyalahi aturan demonstrasi dan sudah membuat sebahagian warga resah karena keselamatannya terancam," terang Kapolres Bengkalis AKP Suryadi Ningrat saat dihubungi di Bengkalis.Mengenai tembakan seperti yang dilaporkan massa solidaritas itu pihaknya belum mendapat informasinya secara langsung. Namun jika hal itu sempat terjadi, menurut Suryadi masih dibawah garis kewajaran karena ratusan massa telah melanggar aturan demokrasi yang diterapkan oleh Undang - Undang (UU) karena selain melakukan pengerusakan, massa juga dilengkapi dengan senjata tajam.Dikonfirmasi mengenai aksi solidaritas itu, Koordinator Lapangan (Korlap) Geram, Ali Razap, yang ditemui saat pagelaran aksi tersebut di Desa Sungai Cingam, Bengkalis, mengutarakan kekesalannya terhadap pihak aparat kepolisian yang menurutnya telah melakukan penganiayaan demokrasi."Bentrok ini terjadi karena dipicu oleh tembakan polisi yang berulang kali dilakukan. Untungnya saat tembakan itu dilepas kami dapat selamat," ungkap Ali.Diterangkan Ali, sebelumnya dirinya bersama beberapa rekan lainnya sempat mengajukan surat pengaduan atas perampasan lahan seluas 218 hektare yang diduga telah dirampas oleh sekelompok pengusaha yang diketuai oleh seorang pengusaha asal Kota Dumai, Hengki Kurniawan."Namun, laporan itu tidak kunjung ditanggapi," katanya.Melihat hal itu, Ali bersama warga lainnya bersepakat mengumpulkan massa yang merasa dirugikan oleh kelompok pengusaha itu untuk melakukan aksi solidaritas.Dengan mentaati peraturan demokrasi yang berlaku, Ali menuju Mapolsek setempat guna mengurus izin demo."Tetapi, setelah kami menunggu, permintaan kami itu ternyata juga tidak ditanggapi. Makanya kami mengambil inisiatif untuk bergerak sendiri menuntut hak kami yang telah dirampas oleh orang dan oknum tidak bertanggungjawab," jelas Ali dengan nada keras.Dalam bentrok itu, puluhan massa solidaritas mengalami bekas luka penganiayaan dibagian wajah yang diduga dilakukan oleh oknum polisi. Sementara hingga penuntasan pembubaran aksi itu, belum diperoleh kabar adanya korban peluru timah panas dari massa Geram serta bekas luka senjata tajam maupun pelemparan dari aparat kepolisian, warga setempat dan pekerja kelompok usaha itu.***



Pewarta :
Editor: Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026