Logo Header Antaranews Riau

Dirut: Insiden RAL Jadi Pelajaran Berharga

Selasa, 16 Februari 2010 16:57 WIB
Image Print

Pekanbaru, 16/2 (ANTARA) - Direktur Utama Riau Airlines (RAL), Teguh Triyanto, menyatakan, insiden pesawat RAL di Medan menjadi pelajaran berharga pihaknya untuk semakin meningkatkan keselamatan penerbangan. "Insiden di Medan kemarin siang membuat kami semakin meningkatkan keselamatan penerbangan sesuai standar yang ditetapkan oleh regulasi penerbangan sipil di tanah air," ujarnya di Pekanbaru, Selasa. Pada Senin, (15/2) sekitar pukul 17.15 WIB pipa saluran gas buang sisa pembakaran mesin (exhaust tail pipe) pesawat RAL ketika hendak mendarat terjatuh dan menimpa rumah seorang warga bernama Maruli Hutabarat (43), Jalan Jamin Ginting, kawasan Bandara Polonia, Medan. Teguh mengatakan, meski tidak menimbulkan korban jiwa, namun pihaknya telah memperbaiki atap rumah Hutabarat yang tertimpa begitu juga mengganti perabotan seperti lemari es serta kompor yang rusak akibat peristiwa itu. Peritiwa itu berada di luar jangkauan pihaknya karena bersifat di luar dugaan yang juga bisa dialami maskapai lain, namun pihaknya membantah jika tidak melakukan pemeriksaan (ramp check) secara rutin terhadap pesawat sebelum melakukan lepas landas. "Armada pesawat kita selalu dilakukan cek dan ricek oleh teknisi sebelum diterbangkan dan menjalani audit pemeriksaan serta perawatan rutin dari para tenaga profesional asing yang telah berpengalaman," jelasnya. Meski insiden itu terjadi, lanjutnya, namun operasional penerbangan komersil RAL yang sedikitnya telah menerbangi 15 kota tujuan seperti Melaka, Medan, Gunung Sitoli, Natuna, Matak, Tanjung Pinang, Semarang, Pangkalan Bun, dan kota lain di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur tidak mengalami gangguan. "Pesawat kita tetap beroperasi normal seperti biasa dan sama sekali tidak terpengaruh dengan insiden itu karena kita memiliki jumlah armada yang cukup untuk penerbangan jarak dekat seperti jenis Foker 50 dan jet BAE RJ-100," katanya lagi. Pada kesempatan terpisah, Kepala Administrator Bandara Polonia, Rajali Abubakar, mengatakan, pesawat RAL jenis Foker 50 rute Gunung Sitoli-Medan telah menjalani pemeriksaan sesuai aturan yang berlaku. Dia mengatakan, kondisi pesawat perusahaan Riau Airlines yang berstatus sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan kepemilikan saham 51 persen dikuasai Pemerintah Provinsi Riau itu dalam kondisi laik terbang. Secara teknis, pipa saluran gas buang mesin hanya berfungsi untuk mengatur suara yang keluar dari mesin pesawat, dan tidak mengganggu penerbangan. "Secara umum, pesawat itu sehat dan aman untuk penerbangan," katanya.