
BRK Salurkan KKPE Untuk Kampar Bebas Miskin
Kamis, 15 Oktober 2015 23:44 WIB

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Bank Riau-Kepri (BRK) menyalurkan dana Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) untuk mendukung percepatan Program Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE) di seluruh desa yang ada di Kabu[aten Kampar, Riau.
"Ini demi masyarakat terbebas dari kemiskinan dan Bank Riau sebagai perusahaan perbankan daerah, harus mendukung penuh program ini," kata Bupati Kampar Jefry Noer dalam sambutan di acara Penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di kawasan Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kampar, Kamis.
Dalam kegiatan itu, Pemda Kabupaten Kampar juga menyertakan MoU dengan sejumlah perusahaan yang beroperasi di daerah itu untuk sinergitas penyaluran dana sosial (CSR) tepat guna.
Sejumlah perusahaan yang sepakat untuk menjalankan kesepahaman itu diantaranya PT Arara Abadi, Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), dan beberapa perusahaan perkebunan serta kehutanan lainnya. Sementara dari pihak perbankan, selain Bank Riau-Kepri (BRK), juga turut serta Bank Rakyat Indonesia (BRI) serta Bank Negara Indonesia (BNI).
"Ke depan, perusahaan yang berada di Kampar tidak boleh sembarangan menyalurkan dana CSR. Kegiatan sosial di daerah ini harus ada rekomendasi Pemda," kata Jefry Noer.
Kegiatan itu juga dihadiri oleh ratusan peserta P4S dan puluhan ibu rumah tangga serta perempuan putus sekolah peserta jahit menjahit di Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM). Berbagai kalangan yang rata-rata merupakan warga Kampar itu menyambut baik kebijakan yang diterapkan Bupati Jefry Noer.
"Khusus Bank Riau, itu wajub membantu masyarakat miskin, salah satunya lewat program ini karena Kampar saat ini adalah pemegang saham terbesar kedua setelah Pemerintah Provinsi Riau," kata Jefry.
Bupati melanjutkan, sebagai pemegang saham terbesar kedua, Pemda Kampar memnuntut agar kegiatan-kegiatan sosial perbankan itu lebih terarah, sehingga dapat memakmurkan kehidupan masyarakat secara merata.
"Sesuai dengan visi dan misi kita untuk membebaskan Kampar dari masalah kemiskinan, pengangguran dan rumah kumuh," katanya.
Ditegaskan lagi, bahwa BRK juga diharapkan menyalurkan dana KKPE ke masyarakat dengan maksimal atau Rp50 juta per keluarga alumni P4S. Sejauh ini, menurut Jefry masih belum, karena nilainya masih bervariasi.
"Ada yang Rp30 juta, ada juga yang Rp35 juta. Sementara untuk membangun RTMPE di satu titik, itu membutuhkan dana sebesar Rp120 juta. Jika Bank Riau minim menyalurkan dana KKPE, maka ini berdampak pada tidak tercapainya percepatan program," katanya.
Makanya, demikian Jefry, kedepan sangat diharapkan BRK dapat lebih maksimal menyalurkan dana KKPE dengan suku bunga yang rendah.
"Jika tidak, jangan salahkan Pemda Kampar sebagai pemegang saham terbesar kedua akan menarik saham dan memindahkannya ke perusahaan perbankan lain," katanya.
Sementara itu Direktur Utama Bank Riau-Kepri Irvandi Gustari di acara yang sama mengatakan, RTMPE merupakan program yang sejalan dengan Program Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) BRK.
"Jadi sebenarnya apa yang dibuat oleh Bupati Kampar ini terkoneksi dengan program yang ada di Bank Riau-Kepri. Alumni P4S yang sudah jadi, akan kami sambut dan dana KKPE akan segera disalurkan," katanya.
Itulah yang menurut Gustari bedanya BRK dengan perusahaan perbankan lainnya, salah satunya adalah meningkatkan ekonomi daerah melalui Program UMKM.
"Jadi kami merasa sangat beruntung dan terbantu dengan program yang dijalankan Pemda Kampar saat ini. Daerah lain juga akan didukung sama, namun yang baru kelihatan masih di Kabupaten Kampar," katanya.
PT Bank Riau dan Kepulauan Riau (BRK) telah menyiapkan dana Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) senilai Rp50 miliar untuk mendukung program ketahanan pangan energi di Kabupaten Kampar.
"Saat ini untuk dana KPPE telah langsung dimulai, disalurkan ke masyarakat yang benar-benar menjalankan program ketahanan pangan dan energi. Kalau di Kampar aplikasinya melalui Rumah Tangga Mandiri Pangan Energi (RTMPE)," kata Irvandi Gustari sebelumnya.
Irvandi menjelaskan, untuk mendapatkan dana KKPE sangat mudah, salah satunya adalah bagi masyarakat yang benar-benar menjalankan Program RTMPE di Kampar.
"Jika sudah menjalankan RTMPE dengan baik dan menghasilkan, maka akan langsung mendapatkan dana KKPE yang sangat menguntungkan karena sebagian bunganya disubsidi pemerintah," kata dia.
Ia mengatakan, saat ini Pemda Kampar juga akan menyalurkan dana melalui kas APBD yang akan digulirkan dalam Program RTMPE. Masyarakat yang menjalankannya dengan baik akan langsung "ditangkap" untuk mendapatkan KKPE.
Untuk saat ini, demikian Irvandi, per orang atau per keluarga RTMPE akan mendapatkan pinjaman KKPE sebesar Rp50 juta.
"Sekarang masih Kampar, kedepan akan berlanjut ke darah-daerah lainnya di Riau dan Kepri. Program ini adalah untuk menyukseskan penguatan ketahanan pangan dan energi," kata Irvandi.
Irvandi melanjutkan, petani dalam mengusahakan tanaman pangan bertujuan untuk mendapatkan keuntungan, sehingga perlu menerapkan efisiensi, sementara efisiensi dapat diterapkan melalui teknologi, yang dalam menerapkan teknologi membutuhkan modal.
Dari segi teknis pertanaman hortikultura untuk mendapatkan produktivitas tinggi, lanjut dia, selain membutuhkan ilmu dan teknologi perlu masukan saprodi.
Semantara masukan saprodi menurut dia memerlukan modal, sementara sebagian besar petani tidak mempunyai modal untuk membeli saprodi, sehingga penting dan perlu dibantu pemerintah, dalam bentuk kredit.
Pewarta : Fazar Muhardi
Editor:
Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

