
RAPP Razia Bocah Main Di Kabut Asap

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Bagian keamanan perusahaan industri kehutanan PT Riau Andalan Pulp and Paper mendapat tugas tambahan di tengah masa darurat pencemaran udara di Provinsi Riau, yakni merazia anak-anak yang kedapatan nekat bermain di tengah kabut asap tanpa mengenakan masker pelindung pernafasan.
"Pihak sekuriti sekarang ini setiap hari berkeliling lokasi kompleks karyawan. Anak-anak yang bermain tanpa masker langsung ditegur dan disuruh pulang," kata Corporate Communication PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) Djarot Handoko di Pekanbaru, Kamis.
Menurut dia, razia para bocah itu bukan tanpa alasan karena kondisi udara sudah sangat berbahaya di daerah Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, yang menjadi lokasi pabrik dan kompleks perumahan pegawai.
Ia mengatakan semua aktivitas sekolah sudah diliburkan karena berdasarkan alat Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di area tersebut menunjukan partikel polutan dari asap mencapai angka lebih dari 700, yang artinya polusi sudah sangat berbahaya. Artinya, aktivitas manusia di luar ruangan harus dihindari karena asap membahayakan kesehatan.
Kebijakan meliburkan sekolah untuk sementara yang diharapkan menghindari anak-anak terpapar asap akan percuma, apabila mereka tetap saja berkeliaran di luar rumah tanpa masker pelindung pernafasan.
Djarot mengatakan, razia tersebut tidak hanya ditujukan kepada anak-anak, melainkan juga kepada orang tua berupa teguran. Pada upacara pegawai di pagi hari, pihak manajemen mengumumkan hasil razia sekaligus mengungkap nama-nama orang tua dan alamat rumahnya.
"Jadi pada upacara pagi diumumkan juga ada 30 lebih anak-anak yang kedapatan bermain di luar saat asap, termasuk juga nama orang tuanya dan alamat rumahnya. Orang tua anak tentu langsung malu dibuatnya," kata Djarot.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru pada pukul 16.00 WIB, sebagian wilayah Riau masih terselimuti kabut asap pekat akibat kebakaran lahan dan hutan. Jarak pandang di Kota Pekanbaru tercatat hanya 800 meter, Kota Rengat Kabupaten Indragiri Hulu jarak pandang 300 meter, Kabupaten Pelalawan 500 meter dan Kota Dumai 1.500 meter.
Kemudian, jumlah titik panas (hotspot) berdasarkan satelit Terra dan Aqua di Sumatera terdapat 10 titik. Riau tidak terpantau adanya titik panas, namun kondisi udara masih berasap.
Titik panas terdapat di Provinsi Sumatera Selatan dan Bengkulu masing-masing tiga titik, serta Bangka Belitung dan Sumatera Barat masing-masing dua titik.
Sementara itu, berdasarkan data Dinas Kesehatan Riau sejak tanggal 29 Juni hingga kini tercatat ada 30.725 warga yang sakit akibat polusi asap. Dari jumlah tersebut, sebagian besar menderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), yakni sebanyak 25.154 orang.
Pewarta : FB Rian Anggoro
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026

