
Kampar Adopsi Jepang Dalam Bangun Perekonomian

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Pemerintah Kabupaten Kampar, Provinsi Riau melaksanakan berbagai program dalam membangun perekonomian rakyat mulai dari pertanian, peternakan hingga industri garmen dengan mengadopsi apa yang dilakukan pemerintah Jepang.
"Untuk pertanian, jika di Jepang bawang ditanam di atas rumah atau gedung, maka di Kampar bawang dapat tumbuh dan dikembangkan pada lahan gambut," kata Bupati Kampar Jefry Noer kepada pers di Kampar, Sabtu.
Ia menjelaskan, untuk sektor pertanian, Kampar tidak kalah dengan Jepang, bahkan lahan di daerah yang berbatasan langsung dengan Ibu Kota Riau, Pekanbaru ini memiliki areal yang luas.
"Dulu banyak pihak yang tidak percaya kalau bawang merah tidak akan hidup dan berkembang di lahan gambut. Namun Kampar membuktikannya bahkan akan menjadi daerah penghasil bawang di Riau atau Sumatera," katanya.
Jefry menjelaskan, saat ini sejumlah wilayah kecamatan telah mengembangkan tanaman bawang merah, lahannya juga terus bertambah.
Sementara itu untuk sektor peternakan, Pemda Kampar mengembangkan pembiakan sapi lewat pola integrasi dengan perkebunan sawit.
Untuk pakan diolah dari pelepah sawit dan untuk kotoran sapi kembali diolah hingga menjadi biogas dan biourine serta pupuk organik berkualitas tinggi.
Bahkan biogas yang dihasilkan kini telah dapat dimanfaatkan. Di lahan percontohan Program Rumah Tangga Mandiri Pangan Energi (RTMPE), Bupati Jefry Noer bahkan selalu menjamu tamu-tamunya dengan memasakan mie instan dari bahan bakar biogas hasil dari pengelolaan kotoran sapi.
"Rasanya tentu bukan lagi rasa kotoran sapi," kata Jefry dalam setiap kesempatan menjamu para tamunya di kawasan Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Kubang Jaya, Siak Hulu, Kampar.
Namun bedanya, di Jepang makanan langsung diolah dari kotoran hewan. Peneliti dari Universitas Kyoto, Jepang, sebelumnya sukses menciptakan kue berbahan dasar kotoran hewan.
Panganan ini berjenis cheese cake dimana salah satu bahan utama kue itu berasal dari bakteri yang dikumpulkan dari ampas kotoran gorilla.
Juichi Yamagiwa adalah peneliti yang memiliki ide tersebut. Ia menyatakan kue tersebut sangat layak konsumsi dengan cita rasa yang khas.
Sementara untuk industri tekstil, saat ini Kampar juga telah menciptakan lapangan kerja yang luas. Kaum ibu-ibu rumah tangga diajarkan menjahit dan kemudian hasilnya akan dipasarkan secara luas. (adv)
Pewarta : Fazar Muhardi
Editor:
Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

