
Bupati Kampar Minta Jemput APBN
Minggu, 15 Februari 2015 15:10 WIB

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Bupati Kampar, Riau, meminta seluruh pejabat eselon II setingkat kepala dinas untuk mampu menjalankan seluruh program 2015 dengan optimal salah satunya dengan cara menjemput Angggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Salah satu tugas dan fungsi pejabat eselon II setingkat kepala dinas adalah mengoptimalkan berbagai program daerah, dan program-program tersebut dapat terlaksana optimal jika alokasi anggaran memadai," kata Bupati Jefry Noer kepada pers di Kampar, Minggu (15/2).
Untuk itu, lanjut dia, seluruh kepala dinas harus mampu merancang program yang sejalan dengan program Pemerintah Pusat dengan harapan akan banyak anggaran pendapatan dan belanja negara yang terserap ke daerah.
Jefry mengatakan, pihaknya akan rutin memantau kinerja seluruh kepala dinas di tiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan mengevaluasinya jika tidak mampu menjalankan program-program yang ada.
"Kalau tak mampu menjemput atau menarik APBN ke daerah, akan diganti kepala dinas itu," katanya.
Bupati Kampar mengatakan, fungsi dan tugas kadis tidak hanya sebatas menjalankan program dengan dana bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), namun bagaimana mereka juga mampu untuk merebut "kue" yang ada di Pemerintah Pusat.
Tentunya, lanjut dia, dengan menyinergikan berbagai program di daerah dengan program Pemerintah Pusat. Dengan demikian maka APBN akan teralokasikan ke daerah demi optimalisasi berbagai kegiatan tahun ini.
Sejauh ini Pemerintah Kabupaten Kampar telah mengangkat berbagai program yang menjurus ke berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan dan terutama upaya meningkatkan perekonomian masyarakat.
Sejumlah program peningkatan kesejahteraan masyarakat tersebut saat ini juga masih terus dilaksanakan di Pusat Pelatihan Terpadu P4S Karya Nyata. Di lokasi ini, telah banyak dikunjungi inverstor mengingat program-program yang dijalankan terkesan berbeda dengan daerah lain di Riau bahkan nusantara.
Salah satunya adalah percontohan konsep Desa Mandiri Pangan dan Energi yang merupakan ujung tombak program percepatan swasembada desa di Kabupaten Kampar.
Suromin selaku Area Bisnis Leader Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) saat berkunjung ke area P4S mengatakan, program ini merupakan konsep yang riil di mana di tanah yang terbatas nantinya akan memberikan kehidupan yang sejahtera bagi masyarakat. Dengan lahan yang hanya 800 meter persegi masyarakat bisa memaksimalkan untuk menanam berbagai kebutuhan pokok mereka, seperti cabai, bawang, ikan, ternak ayam, telur dan sapi.
"Bahkan sumber energi listrik mereka pun tidak perlu memakai listrik PLN karena setiap rumah mampu menghasilkan biogas sendiri begitu juga dengan memasak," katanya.
Menurut dia, konsep tersebut begitu cerdas untuk menyejahterakan masyarakat. "Kami yakin ini dapat berjalan dengan baik karena dengan modal sedikit namun mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat secara berkelanjutan," katanya.
Sebelumnya Bupati Kampar Jefry Noer menjelaskan bahwa daerahnya saat ini sedang memacu program Swasembada Desa melalui Desa Mandiri Pangan dan Energi, dengan lahan yang terbatas masyarakat mampu menghasilkan Rp6 juta setiap bulan per keluarga.
Hal itu karena di halaman rumah mereka ada tanaman yang mereka butuhkan sehari-hari seperti bawang, cabai, ayam pedaging, ayam petelur, serta sapi sehingga mereka tidak perlu lagi membeli ke luar bahkan selebihnya dapat dijual dan untuk kebutuhan masak dan listrik mereka bisa memakai biogas yang dapat mencapai hingga 1.000 watt.
Pewarta : Fazar Muhardi
Editor:
Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

