Logo Header Antaranews Riau

RSUD Catat 43 Kasus DBD Pada Januari

Senin, 2 Februari 2015 17:04 WIB
Image Print

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad Provinsi Riau mencatat sebanyak 43 kasus Demam Berdarah pada periode Januari 2015, dan jumlah ini meningkat dibandingkan dengan Desember 2014 yang tercatat sebanyak 21 kasus.

"Namun, kita bersyukur karena dari 43 kasus ini tidak ada korban jiwa karena jika dibanding dengan kasus yang terjadi pada Desember 2014 dari 21 kasus terdapat tiga korban jiwa," kata Direktur Utama RSUD Arifin Achmad, dr Anwar Bet di Pekanbaru, Senin.

Ia mengatakan dalam melakukan penanganan pasien DBD yang disebabkan oleh virus disebarkan oleh nyamuk Aedes Aegepty ini adalah standar.

"Dalam menangan DBD intinya adalah jangan sampai kekurangan cairan atau jangan sampai terlambat dalam menangani pasien," ujarnya.

Peningkatan kasus DBD ini, menurut dr Anwar ini biasanya terjadi pada saat musim hujan dan juga adanya transisi musim.

Dari 43 kasus DBD yang ditangani oleh RSUD Arifin Achmad, hampir kesemuanya merupakan pasien anak anak dana keseluruhannya telah berhasil disembuhkan.

Sementara itu Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Provinsi Riau menyatakan jumlah warga di wilayahnya yang terserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) sejak awal tahun 2015 hingga kini mencapai 83 orang, meningkat tajam dari 20 orang pada minggu kedua.

"Memang naik tajam, karena iklim yang memasuki musim hujan," kata Kadiskes Pekanbaru Helda S Munir.

Dia menjelaskan, memang di wilayahnya saat ini cuaca kurang bersahabat, sehingga pihaknya tidak bisa berbuat banyak untuk menekan angka keterjangkitan DBD di masyarakat.

Meski demikian segala upaya terus dilakukan dengan mengaktifkan tim Juru Pemantau Jentik (jumantik) yang ada di setiap kelurahan. Jumantik ini dibentuk oleh Pemko melalui kelompok masyarakat, untuk membantu tugas pemerintah menekan peredaran DBD, setelah wilayah itu pernah dinyatakan sebagai daerah kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit mematikan ini lima tahun lalu.



Pewarta :
Editor: Anggi Romadhoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026