Logo Header Antaranews Riau

DPRD Rohul Tolak Kenaikan Harga BBM

Jumat, 7 November 2014 05:59 WIB
Image Print

Pasir Pengaraian, (Antarariau.com) - Ketua Fraksi dari Partai Demokrat Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Kelmi Amri menolak dinaikkannya harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Hal ini terkait dengan Pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memastikan akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pada bulan ini.

Sejak Jokowi dilantik menjadi Presiden Indonesia ke tujuh, pencabutan mengenai BBM bersubsidi memang jadi tantangan besar bagi pemerintahannya.

Banyak alasan yang mendasari pemerintah untuk menaikkan harga BBM subsidi tersebut. Pertama kenaikan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah yang terus mengalami penekanan.

Tetapi, Menurut Kelmi Amri kenaikan dari Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) hanya akan menyebabkan banyak anak-anak di Tanah Air yang mengalami putus sekolah.

"Sebagai perpanjangan tangan rakyat, kenaikan harga BBM saat ini bukanlah momentum yang pas,"tegasnya.

Ia mengatakan bahwa harga karet dan kelapa sawit saat ini yang sedang mengalami tingkat penurunan harga yang sangat anjlok sudah menjadikan rakyat resah, hal ini disampaikannya di Kantor DPRD Rokan Hulu, Kamis.

Ia menilai kenaikan harga BBM bukan suatu kebijakan yang populis atau tidak mengutamakan hak rakyat kecil.

"Pasalnya, saat harga BBM naik, justru harga komoditi karet dan kelapa sawit malah mengalami penurunan harga yang sangat anjlok di pasaran,"jelasnya.

Seharusnya saat harga BBM naik, pemerintah harus membuat kebijakan dan mengupayakan bagaimana agar harga dari komoditi karet atau sawit naik.

Mantan Ketua KNPI Rokan Hulu itu menjelaskan bahwa konsekuensi dari kenaikan harga BBM akan menyebabkan kenaikan dari harga sembako tanpa terkendali.

"Hal itu tentu akan memberikan dampak terhadap banyaknya anak-anak yang akan putus sekolah, karna orangtuanya tidak sanggup membiayai pendidikan anaknya," ucapnya.