Logo Header Antaranews Riau

Rektor: Alumni Tidak Kalah Saing Hadapi MEA

Senin, 27 Oktober 2014 14:30 WIB
Image Print

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Rektor Universitas Lancang Kuning (Unilak), Prof Dr Syafrani menyebut, para alumni sejumlah perguruan tinggi yang ada di Provinsi Riau tidak kalah dalam bersaing menghadapi pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun 2015.

"Kondisi saat ini, kita meyakini alumni tidak kalah dalam persaingan menghadapi MEA. Oleh karena MEA berlakunya dua bulan lagi, mungkin kelemahan kita dalam hal komunikasi karena dibutuhkan bahasa yang dipahami di tempat tujuan negara bersangkutan," kata Syafrani di Pekanbaru, Senin.

Seperti diketahui, lanjut dia, sekitar 40 persen pasar pemberlakuan MEA berada di Negara Indonesia, sedangkan sisanya atau sebagian besar sekitar 60 persen lagi tersebar pada negara-negara yang berada di kawasan Asia Tenggara.

Dalam menghadapi pemberlakuan pasar bebas ASEAN, pihaknya mengakui bahwa secara nasional hampir seluruh universitas atau perguruan tinggi di Indonesia termasuk beberapa yang telah memiliki nama memang belum menyiapkan alumni yang siap pakai.

Karena sesuai konsep perguruan tinggi saat ini hanya membetuk manusia sesuai dengan bidang ilmu pengetahuan atau hanya sebagai motor penggerak, agar bagaimana seorang alumni bisa menciptakan lapangan pekerjaan yang dibutuhkan.

"Tetapi adanya kerangkan kualifikasi nasional, kedepan secara teknik baru bisa dilaksanakan tahun 2015 atau 2016. Karena pada saat itu, sudah dipersiapkan mata kuliah untuk meciptakan alumni atau lulusan yang profesional," ucapnya.

Dengan demikian, menurut dia, diyakini perguruan tinggi di Indonesia akan mulai melepaskan alumni baik dengan diploma atau strata yang siap bersaing pada area kompetitif di lapangan dan tidak terlambat untuk pemberlakuan MEA.

"Secara ilmu pengetahuan, kita tidak susah bersaing. Makanya mau tidak mau, secara individu alumni itu harus mencari terobosan di lapangan. Jika terobosan itu bisa masuk ke dunia kampus, maka kita yakini kedepan para alumni pasti lebih siap bersaing pasar bebas ASEAN," katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Dwi Agus Sumarno mengatakan, pihaknya mulai tidak fokus lagi untuk membangun sarana dan prasarana pendidikan di daerah, melainkan pada peningkatkan mutu pelayanan pendidikan pada kabupaten/kota di Riau.

Kalau untuk pembangunan infrastruktur di suatu daerah, diarahkan kepada satuan kerja perangkat daerah terkait seperti dinas cipta karya atau dinas bina marga. Sedangkan dinas-dinas lain diharapkan dapat mengejar ketertinggalan untuk menghadapi MEA.

"Pembenahan sumber daya manusia tahun ini dianggarkan Rp87 miliar lebih, baik untuk mahasiswa, dosen, guru dan lain sebagainya. Bahkan kalau untuk guru diarahkan mengambil S2 dan dosen diarahkan mengambil S3, agar kita lebih mudah membangun kapasitas SDM berkualitas," katanya.



Pewarta :
Editor: Muhammad Said
COPYRIGHT © ANTARA 2026