
Bupati Kampar Panen Bawang Merah

Siakhulu (Antarariau.com) - Bupati Kampar H Jefry Noer melaksanakan panen bawang merah hasil uji coba di Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan dan Swadaya (P4S) Karya Nyata Kubang Jaya, Minggu bersama anggota DPR RI HM Nasir, Minggu.
Pada kesempatan itu bupati minta pada para peserta memperhatikan kualitas bawang yang dipanen, tidak hanya mencabut-cabut saja supaya masa panen mendatang hasilnya semakin baik lagi.
"Hasil panen kali ini masih bervariasi, belum bisa melebihi hasil bawang merah Brebes sebagai daerah asal pembibitannya karena ada gangguan gulma yang tumbuhnya cepat luar biasa, namun saya yakin nantinya seperti di Sei Geringging Kamparkiri yang sudah melebihi hasil di Brebes," kata dia.
Satu blok di lokasi itu sudah mulai dilakukan uji coba menggunakan mulsa atau plastik penutup yang berguna menekan pertumbuhan gulma.
Usai panen, bupati kembali memotivasi para peserta P4S dan menyampaikan arahan bahwa pertanian bawang merah sangat menjanjikan bila dilakukan dengan teliti dan sungguh-sungguh. Setelah selesai pelatihan, petani akan diberikan pinjaman Rp30juta,
Dia menyarankan kepada peserta untuk membuka lahan pertanian bawang tahap pertama seluas 2000 meter per segi, bila berhasil, maka dilanjutkan dua kali lipat, dan pinjamannya pun akan makin meningkat diberikan oleh bank untuk pengembangan usaha.
"Kalau sudah berhasil menanam bawang, dan memperoleh tambahan pinjaman, maka kembangkanlah usahanya, jangan menambah istri," ujarnya bersenda gurau.
Bupati memaparkan bahwa hasil panen di lokasi pelatihan sudah sangat baik, karena PH tanah lokasi penanaman juga sudah mencapai 5,8 hingga 6.
"Di lokasi pelatihan ini masih berkisar 8-9 ton per hektare, sedangkan di Geringging berat basah mencapai 23 ton per hektare atau kering sekitar 12 ton per hektare,"ujarnya.
"Saya bangga, ada Bupati seperti Jefry Noer yang mau bekerja keras, turun langsung ke akar rumput dan berani membangun daerahnya terutama di sektor pertanian untuk meningkatkan ekonomi masyarakat," kata Anggota DPR RI H M Nasir di lokasi itu.
Dikatakan Nasir, bawang merah ini sangat riskan di Riau, dengan keberanian dan kegigihan, kemahiran, uji coba bawang merah berhasil di Kampar.
"Ke depan, saya akan berusaha membantu aliran dana pusat untuk dialirkan ke Kampar. Saya mendukung upaya pengembangan bawang merah ini sehingga Kampar kelak bisa menjadi sentranya," ujarnya. (Adv)
Pewarta : Netty Mindrayani
Editor:
Netty Mindrayani
COPYRIGHT © ANTARA 2026

