Logo Header Antaranews Riau

Ismael Diaz Siap Jadi Pembeda, Panama Incar Kemenangan Perdana di Piala Dunia

Rabu, 13 Mei 2026 10:32 WIB
Image Print
Ilustrasi - Piala Dunia 2026. (ANTARA/pri)

Jakarta (ANTARA) - Penyerang tim nasional Panama Ismael Diaz bertekad membantu negaranya meraih kemenangan perdana di putaran final Piala Dunia 2026 yang dijadwalkan berlangsung 11 Juni hingga 19 Juli mendatang.

"(Kemenangan pertama di Piala Dunia) itu adalah keinginan terbesar kami saat ini," kata Ismael Diaz dalam laman resmi FIFA yang dipantau di Jakarta, Rabu.

Panama melakoni debut mereka di putaran final Piala Dunia pada edisi 2018 di Rusia. Kala itu Diaz, yang masih berusia 17 tahun, harus menerima hasil mengecewakan karena Panama gagal melewati fase grup setelah menelan kekalahan beruntun dari Belgia, Inggris, dan Tunisia.

Baca juga: Chelsea Bergerak Cepat, Xabi Alonso Jadi Target Utama

Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, Panama juga gagal tampil setelah kandas di babak kualifikasi zona CONCACAF dengan finis di peringkat kelima klasemen akhir.

Kini, Diaz bersama rekan-rekannya kembali mendapatkan kesempatan untuk tampil di Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Panama akan memulai perjuangan di fase grup dengan bersaing melawan Inggris, Kroasia, dan Ghana di Grup L.

"Semua orang bilang ini sulit, tapi saya menyukainya," kata Diaz.

Striker berusia 28 tahun yang bermain dengan Club Leon di liga Meksiko itu mengaku antusias menyambut persaingan di fase grup karena menurut dia Piala Dunia memang menjadi tempat untuk menghadapi tim-tim terbaik dunia.

"Jadi, saya senang dengan grup tempat kami berada," katanya.

Menurut Diaz, mengenakan seragam tim nasional merupakan impian terbesar setiap pesepak bola karena dapat mewakili negara di level internasional. Oleh sebab itu, ia bertekad memberikan kemampuan terbaiknya demi membawa Panama tampil kompetitif di Piala Dunia.

Ketika tampil bersama tim nasional, lanjut Diaz, dirinya selalu berusaha memberikan kebanggaan dan kegembiraan bagi masyarakat Panama. Ia meyakini semangat yang sama juga dimiliki seluruh rekan satu timnya.

Baca juga: Barcelona Juara Liga Spanyol Usai Tundukkan Real Madrid

"Jadi, ini sangat berarti. Jika Tuhan mengizinkan, saya akan terus berjuang seperti yang selalu saya lakukan, dan saya berharap dapat mengenakan seragam ini selama bertahun-tahun lagi," katanya.

Diaz mengakui kegagalan di Rusia menjadi pukulan berat bagi tim nasional Panama. Namun, menurut dia, pengalaman tersebut memberikan banyak pelajaran penting untuk membangun mental dan kualitas permainan tim.

"Saya belajar banyak dan itu penting untuk kualifikasi mendatang," katanya.



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026