Logo Header Antaranews Riau

PBB Mendesak: Hentikan Perang di Timur Tengah Sebelum Terlambat

Rabu, 18 Maret 2026 14:03 WIB
Image Print
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, berbicara pada jumpa pers di Markas Besar PBB, di New York, Amerika Serikat, Jumat (28/2/2025). (ANTARA/Xinhua/HO-UN Photo/Manuel Elias/aa.)

Washington (ANTARA) - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres kembali mendesak agar perang yang hingga kini masih berlangsung di Kawasan Timur Tengah segera dihentikan dan memprioritaskan solusi diplomatik.

Sekjen Guterres menekankan bahwa fase saat ini membutuhkan kepatuhan terhadap legitimasi internasional dan upaya-upaya untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.

Baca juga: Iran "Debutkan" Rudal Haj Qasem: Kini Langsung Serang AS dan Israel di Perang Besar

Dalam sebuah pernyataan, ia juga menekankan perlunya implementasi seluruh resolusi Dewan Keamanan PBB dan penghormatan terhadap Resolusi 2817, yang menegaskan dukungan dewan terhadap integritas teritorial, kedaulatan, dan kemerdekaan Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UAE), Bahrain, Oman, Qatar, Kuwait, dan Yordania, serta mengutuk keras serangan Iran terhadap wilayah mereka dan serangan yang menargetkan daerah pemukiman dan infrastruktur sipil.

Sebelumnya pada Selasa (17/3) Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha mendesak Iran untuk berhenti menyerang negara-negara di kawasan Teluk saat berdialog dengan Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) Jasem Albudaiwi.

Melalui saluran telepon, mereka membahas perkembangan kawasan di tengah perang antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Baca juga: Serangan Balasan Iran Mengguncang: Kota Israel & Basis Militer AS Jadi Sasaran

Dalam kesempatan tersebut, Menlu Ukraina menegaskan dukungan negaranya terhadap negara-negara GCC menyusul serangan Iran terhadap wilayah mereka.

Sybiha juga menegaskan pentingnya Iran mengakhiri serangan militer terhadap negara-negara GCC serta supaya semua bentuk eskalasi segera diakhiri.

Sumber: SPA



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026