Logo Header Antaranews Riau

"Perundingan Nuklir AS-Iran di Jenewa: Kemajuan Besar Buka Jalan untuk Putaran Berikutnya

Jumat, 27 Februari 2026 15:22 WIB
Image Print
Iran dan Amerika Serikat menyelesaikan putaran baru perundingan di Jenewa dengan "kemajuan yang signifikan. (Xinhua)

Jenewa (ANTARA) - Delegasi Iran dan Amerika Serikat (AS) menyelesaikan putaran baru perundingan mereka di Jenewa "setelah kemajuan yang signifikan dalam negosiasi", demikian disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Oman Sayyid Badr bin Hamad bin Hamood Albusaidi pada Kamis (26/2).

"Kita akan segera melanjutkan kembali setelah melakukan konsultasi di ibu kota masing-masing. Diskusi terkait teknis akan dilaksanakan pekan depan di Wina," ujarnya dalam sebuah unggahan di X.

Pertemuan tersebut menandai putaran ketiga perundingan nuklir tidak langsung antara Iran dan AS di bawah mediasi Oman, yang telah dimulai pada Kamis pagi waktu setempat.

Delegasi Iran dipimpin oleh Menlu Iran Seyed Abbas Araghchi, sementara utusan khusus kepresidenan AS, Steve Witkoff, dan menantu Presiden Donald Trmp, Jared Kushner, mewakili Washington dalam negosiasi tersebut.

Araghchi mengatakan kepada stasiun televisi pemerintah Iran bahwa perundingan tersebut "membuat kemajuan yang sangat baik dan telah memasuki pembahasan elemen-elemen kesepakatan dengan sangat serius, baik di bidang nuklir maupun sanksi," menurut berbagai laporan media. Dia menuturkan kedua pihak kemungkinan akan menggelar putaran perundingan baru dalam waktu sepekan.

Sebelumnya pada hari yang sama, Albusaidi menyebutkan kedua delegasi menunjukkan "keterbukaan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap ide-ide dan solusi baru yang kreatif" dalam perundingan tersebut, seraya menambahkan bahwa upaya-upaya terus berlanjut secara intensif dan dalam suasana yang konstruktif.

Putaran ketiga negosiasi berlangsung di tengah ketegangan yang meningkat antara Iran dan AS, menyusul peningkatan kekuatan militer AS di Asia Barat.

Putaran pertama dan kedua perundingan telah digelar awal bulan ini di Muscat dan Jenewa, yang berfokus pada pembatasan pengayaan dan persediaan uranium Iran sebagai imbalan atas pencabutan sanksi.

Pemerintahan Trump menuntut kesepakatan tanpa batas waktu dan dapat diverifikasi untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir, di tengah ancaman aksi militer jika diplomasi menemui kegagalan.

Di sisi lain, Iran bersikeras agar perundingan hanya terfokus pada program nuklirnya dan menuntut pencabutan serangkaian sanksi yang dijatuhkan oleh AS, sembari menegaskan kembali bahwa Iran tidak berencana mengembangkan senjata nuklir.




Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026