
Sekda Instruksikan Evaluasi Tiga Zero

Bangkinang, (Antarariau.com) - Empat dinas yaitu Perikanan, Perkebunan, Pertanian dan Peternakan menjadi sasaran utama untuk memberikan tolak ukur keberhasilan pencapaian program pembangunan zero kemiskinan, pengangguran dan rumah kumuh di Kabupaten Kampar.
Sekdakab Kampar Drs. H. Zulpan Hamid dalam ruang rapat Kantor Bupati, Selasa (6/5/2014) mengintruksikan empat dinas itu mengevaluasi pelaksanaan kegiatan pembangunan tiga zero apalagi dari hasil MPL atau dana bergulir pinjaman modal usaha bagi petani sudah cair mencapai 80 persen.
Hal ini harus ditindak lanjuti oleh dinas yang bersangkutan dengan melakukan cek dilapangan bagi petani yang telah meminjam uang untuk modal usaha apakah betul dipakai untuk mengembangkan usaha atau dipakai untuk keperluan lain, kata Zulpan.
Tidak itu saja terhadap para petani alumni Pusat Pelatihan pertanian Perdesaan Swadaya (P4S), Zulpan menginstruksikan agar dinas bersangkutan melakukan monitoring lapangan dan memantau perkembangan usaha atau kegiatan para petani alumni P4S.
Sebagaimana program Pemda bagi alumni P4S harus menurunkan ilmunya yang didapat selama mengikuti pelatihan dengan membuat satu kelompok yang berjumlah 10 orang dan melakukan pembinaan atau menurunkan ilmu yang didapat selama mengikuti pelatihan di P4S sudah sejauh mana berjalan dan perkembangannya, kata Zulpan.
Bagaimana realisasi kredit pinjaman, Sejauh mana keberhasilan para petani mengembangkan usahanya, berapa persen petani yang sudah mengembalikan pinjaman kredit usaha atau yang mengangsur pembayaran kredit maupun petani yang gagal mengembangkan usaha, dengan begitu dapat diambil tindakan oleh tim yang bertugas diwilayah kerja masing-masing.
"Tim tadi yang lebih paham langkah apa yang harus dilakukan bagi petani yang gagal, apakah masih dapat dibina dan dididik dengan melakukan bimbingan dan arahan penyebab kegagalannya sehingga ke depan para petani dapat berhasil," ujarnya.
Kepada para petani yang telah mendapat pinjaman dana bergulir untuk pengembangan usaha, Zulpan juga menghimbau agar menyadari bahwa masih banyak petani dan keluarga miskin yang membutuhkan pinjaman modal dana bergulir tersebut.
Zulpan menambahkan terhadap perkembangan Informasi Teknologi (IT) harus dipahami juga oleh para Pimpinan Satuan Kerja, bagaimana cara memakai dan menggunakan peralatan komputer untuk membuat laporan maupun Internet untuk mengetahui perkembangan informasi global.
Dari tempat duduk saja dengan membuka iPad atau komputer mini saja yang sudah ada fisilitas internetnya kita para pimpinan akan tahu bagaimana perkembangan dunia pertanian, perikanan,perkebunan maupun peternakannya.
Apa trend yang berkembang dan kebutuhan pasar pun kita dapat mengetahui dengan memahami IT,kata Zulpan sehingga kita tahu apa yang dibutuhkan pasar dan dapat kita kembangkan dan upayakan untuk penyediaan kebutuhannya. (Adv)
Pewarta : Netty Mindrayani
Editor:
Netty Mindrayani
COPYRIGHT © ANTARA 2026

