Logo Header Antaranews Riau

Keluarga Harus Mendukung Perempuan Berkarya

Minggu, 22 Desember 2013 18:39 WIB
Image Print

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Akademisi dari Magister Kenotariatan Unand, Padang, Syukriah HG SH,M.Hum mengatakan tidak ada halangan bagi perempuan mengembangkan dirinya untuk makin berkarya, berkarir dan berusaha sehingga suami dan anak harus memberikan dukungan.

"Dukungan adalah sebuah motivasi dari anggota keluarga yang rela membagi waktu seorang perempuan atau ibu bekerja di luar rumah yang seharusnya mendampingi anggota keluarga di rumah," kata dia di Pekanbaru, Minggu.

Ia mengatakan itu bagian dari makna dari peringatan Hari Ibu ke-85 yang telah mengantarkan banyak perempuan Indonesia sukses di jalur karirnya.

Hari Ibu yang selalu diperingati setiap tahun pada tanggal 22 Desember, bertujuan untuk mengingatkan kepada seluruh warga negara Indonesia di dalam maupun di luar negeri, untuk mengenang dan menghargai perjuangan kaum perempuan Indonesia dalam merebut kemerdekaan.

Perjuangan kaum perempuan dimaksud merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjuangan merebut kemerdekaan bersama-sama laki-laki, sebagaimana diikrarkan dalam Kongres Perempuan Indonesia pertama pada tanggal 22 Desember 1928 di Yogyakarta.

Menurut Syukriah peringatan Hari Ibu juga dimaksudkan untuk mempertebal tekad dan keyakinan bangsa Indonesia, mewujudkan perdamaian yang dilandasi semangat persatuan dan kesatuan.

"Selain itu, peringatan Hari Ibu diharapkan pula bisa mendorong dan meningkatkan peran dan kemitraan perempuan bersama laki-laki dalam mengisi kemerdekaan serta membangun bangsa untuk mewujudkan tujuan kehidupan berbangsa dan bernegara," katanya.

Tentunya, kata Syukriah yang juga Kepala Bidang Kepatuhan Internal Hukum dan Infromasi Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Riau, Sumbar, dan Kepri (Kanwil DJKN RSK) itu, memandang bahwa peran dan kemitraan perempuan tersebut harus didukung oleh semua anggota keluarga termasuk suami.

Ketika suami sudah memberikan dukungan, kata lulusan Fakultas Hukum UGM tahun 2002 itu perempuan tidak perlu ragu untuk terus mengembangkan prestasi dan karya.



Pewarta :
Editor: Frislidia
COPYRIGHT © ANTARA 2026