
Bupati Kunjungi Sapi Asal Belanda

Bangkinang, (Antarariau.com) - Bupati Kampar Jefry Noer mendadak datang ke Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPT) Balai Pembibitan Peternakan di Desa Kuapan Kecamatan Tambang jelang sore Selasa (3/12).
Di sana, didampingi Camat Tambang Rahmat, Jefry langsung melongok 68 ekor sapi jenis Fries Holsten atau Fries Holland (FH) yang berada di dua kandang berbeda.
Dari sana, didampingi Kepala UPT Marjanis, Jefry kemudian memperhatikan satu persatu 30 ekor indukan Sapi Bali yang menjadi penghuni baru di komplek itu. Sama seperti sapi FH, sapi Bali itu juga kelihatan segar dan gemuk-gemuk.
Melintasi tanaman rumput gajah sekitar 300 meter ke arah Barat Daya, Jefry diajak oleh Marjanis melihat ‘rumah’ kambing. Di bangunan panggung yang dibagi menjadi dua bagian itu, Jefry mengamati satu persatu 48 ekor kambing yang ada di sana.
Sepanjang perjalanan, Jefry banyak bertanya kepada Marjanis soal kondisi komplek itu. Mulai dari masalah pakan, dua bangunan tempat sapi yang nampak macam terbengkalai, hingga pemanfaatan kotoran dan kencing ternak itu.
Banjir keringat keliling komplek seluas 8,5 hektar itu, Jefry bersama rombongan kemudian disuguhi susu sapi segar di kantor UPT yang ada dekat gerbang komplek itu. “Ini susu asli perahan di sini, Pak. Susu dari 25 ekor sapi FH yang kita pelihara,” kata Marjanis, sembari mensuguhkan segelas susu hangat kepada Jefry. Yang disuguhi segera mereguk habis susu dari gelas berukuran 200 mililiter itu.
“Saya berharap komplek ini benar-benar kita benahi. Supaya bisa menjadi percontohan. Bangunan kandang yang kosong dimanfaatkan., Begitu juga dengan kotoran dan kencing ternak itu. Sangat bisa kita olah menjadi biogas,” katanya.
Lantaran lokasinya yang sangat strategis, tak jauh dari jalan lintas Pekanbaru-Sumbar dan tak jauh pula dari Pekanbaru, Jefry berencana akan menjadikan komplek pembibitan peternakan itu menjadi komplek yang komplit.
“Kami akan menggandeng pihak ketiga untuk mengelola ini semua. Target kita, 1000 ekor sapi akan kita pelihara di sini. Biar itu bisa terwujud, lokasi ini juga musti kita perluas. Fasilitasnya kita lengkapi. Kita akan lakukan bertahaplah,” ujarnya.
Dan komplek semacam ini kata Jefry juga akan dibangun di beberapa tempat. Sistimnya perzona. Bisa jadi satu zona lima hingga enam kecamatan. “Kita akan ciptakan komplek pembibitan ini bukan sekadar menghasilkan ternak yang bagus, tapi juga sebagai sarana edukasi,” katanya.
Tak berlebihan jika Jefry punya rencana seperti itu. Sebab, selain letaknya yang strategis tadi, komplek ini ternyata sudah terkenal nyaris di seluruh Riau. Dari kampus universitas di Pekanbaru, SMK di Rupat, Siak dan Universitas Andalas sudah pernah magang di sini.
Pewarta : Netty Mindrayani
Editor:
Netty Mindrayani
COPYRIGHT © ANTARA 2026

