
DPRD Riau Bahas RAPBD 2014

Pekanbaru, 26/10 (antarariau.com) - Ketua DPRD Riau M Johar Firdaus mengatakan akan segera membahas Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni 2014 serta diperkirakan selesai akhir Desember 2013.
"Ya akan segera kita bahas. Nanti di Badan Musyawarah DPRD akan ditentukan rencana dan jangka waktunya. Insya Allah November telah masuk pembahasan," kata M Johar Firdaus di Pekanbaru, Sabtu.
Sebelumnya DPRD Riau baru saja mensahkan APBD Perubahan 2013. Pekerjaan DPRD langsung akan disambut oleh pembahasan APBD murni 2013. Namun pembahasan tersebut belum diketahui siapa dari pemerintah Riau yang akan mewakili mengingat jabatan Gubernur Riau telah habis sementara Gubernur terpilih belum ada.
Dalam APBD Perubahan disahkan jumlah anggaran sebesar Rp 8,9 Triliun. Pendapatan Riau ditetapkan Rp 6,9 Triliun ditambah Silpa Rp 1,9 Triliun sedangkan Belanja adalah Rp 8,9 Triliun sehingga tidak defisit.
Sejumlah fraksi di DPRD Riau menyayangkan jumlah pendapatan yang tidak bisa ditingkatkan. Seperti pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang hanya disanggupi oleh pemerintah untuk meningkatkan pendapatan sebesar Rp 40 Miliar dari Rp 2,40 Triliun menjadi Rp 2,80 Triliun. Dalam PAD tersebut pendapatan dari pajak daerah yang tidak bisa ditingkatkan.
DPRD menilai Pendapatan Daerah Riau terlalu menggantungkan harapan pada dana perimbangan berupa dana bagi hasil dari pemerintah pusat. Pada APBD Perubahan ditargetkan mendapat Rp 3,7 Triliun. Pendapatan lainnya sekitar Rp 658 Miliar didapat dari Dana penyesuaan dan otsus.
"Jika dilihat Postur APBDP, Riau ini besar pasak dari pada tiang. Jumlah pendapatan sedikit tapi jumlah belanja banyak," kata anggota DPRD fraksi PPP Jabarullah.

