
Bupati Minta DPRD Selektif Terima Usulan

Bangkinang, (antarariau.com) - Bupati Kampar, Jefry Noer meminta agar DPRD setempat selektif dalam menerima usulan dari dari tingkat kecamatan sebagai prioritas pembangunan dikarenakan sangat banyak aspirasi masyarakat sedangkan anggaran untuk pelaksanaan kegiatannya terbatas.
“Pemerintah daerah Kabupaten Kampar sesungguhnya tidak memiliki wilayah, yang memiliki wilayah itu adalah kecamatan dan desa, maka dari itu usulan pembangunan dari tingkat kecamatan harus menjadi prioritas, sebab itu mereka lebih memahami kebutuhan pembangunan di wilayahnya baik tingkat kecamatan maupun desa yang merupakan aspirasi langsung dari masyarakat di tingkat desa sebagai ujung tombak keberhasilan pembangunan, “ tegas Jefry Noer pada pembukaan Musrenbangda Kabupaten Kampar tahun 2013 di Aula Kantor Bupati.
Ia juga menyampaikan kepada pimpinan dan anggota DPRD, agar aspirasi yang masuk ke DPRD betul-betul disaring atau diseleksi karena usulan pembangunan itu harus datangnya dari masyarakat bukan keinginan dari Bupati, anggota dewan atau pejabat lain dengan begitu pembangunan yang berdasarkan kebutuhan di wilayahnya supaya tepat sasaran.
Hadir pada Musrenbangda Kabupaten Kampar tahun 2013 diantaranya Direktur Otonomi Daerah Bappenas Wariki Sutikno, Anggota DPD RI Hj. Maimanah Umar, Dandim 0313/ KPR Letkol.inf Amarullah, Kajari Bangkinang Ade Willi Chaidir,SH, Kepala Pengadilan Bangkinang Toto Sudarto, Wakil Ketua DPRD Kampar Hj.Eva Yuliana Jefry, Yurjani Moga, Sahrul Aidi, LC. MA, beberapa perwakilan Anggota DPRD Kampar, Plt Sekdakab Kampar Drs.H Zulpan Hamid, Asisten Setda Kampar, Pimpinan Satker, Kabid Sumber Daya Aparatur Bappeda Propinsi Riau Asrizal, Dewan Penasehat Bupati, Perwakilan Perguruan Tinggi dan Pimpinan BUMN.
Disamping itu, Bupati minta agar usulan pembangunan disesuaikan dengan program lima pilar pembangunan Pemda Kampar seperti pada pilar pertama peningkatan akhlak dan moral yang jadi prioritas diarahkan pada membangun masyarakat agamis dan beriman, mengembangkan investasi periwisata dan kelestarian cagar budaya, menghargai kesetaraan gender, menumbuh kembangkan kesadaran hukum, mengembangkan budaya anti korupsi, memberantas Pekat dan mengoptimalkan disiplin PNS.
Pada pilar ke dua meningkatkan ekonomi rakyat, prioritas diarahkan pada pertumbuhan ekonomi dan sumber PAD, menumbuhkembangkan UMKM dan lembaga keuangan mikro, menurunkan pengangguran dan pengentasan kemiskinan, percepatan pembangunan pertanian dan ketahanan pangan, perikanan air tawar dan optimalisasi kualitas dan kelestarian Sumber daya mineral, air dan energi yang dapat diperbarukan.
Pilar ketiga peningkatan SDM yang jadi prioritas adalah percepatan akses terhadap pendidikan berkualitas dan pendidikan unggul terpadu, menumbuh kembangkan kesadaran masyarakat dalam membangun daerah, peran pemuda dan prestasi olahraga, optimalisasi perlindungan dan kesejahteraan sosial, penggunaan Iptek dalam pembangunan Daerah sedangkan untuk pilar ke empat peningkatan Kesehatan di prioritaskan percepatan kualitas pembangunan kesehatan, optimalisasi dan kuantitas sarana dan prasarana kesehatan, pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau bagi seluruh masyarakat dan peran swasta dalam palayanan kesehatan.
Sedangkan untuk pilar kelima yaitu peningkatan infrastruktur di prioritaskan percepatan pembangunan kawasan strategis, partisipasi masyarakat dalam pembangunan, percepatan pembangunan sarana dan prasarana sentra ekonomi, percepatan pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, angkutan sungai, irigasi, air bersih dan listrik dan optimalisasi pengelolaan mitigasi bencana, semua pilar berjalan simultan artinya berjalan secara bersamaan,ujar Jefry.
Kepada semua pemangku kebijakan Jefry menegaskan, tidak ingin menjadi gerbong dalam mengisi pembangunan tetapi menjadi lokomotif artinya menjadi motivator pembangunan, maka diharapkan kerja keras dan bersama membangun Kampar.
Pewarta : Netty Mindrayani
Editor:
Netty Mindrayani
COPYRIGHT © ANTARA 2026

