
Kampar Hentikan Subsidi Kantong Darah

Kampar, (antarariau) - Pemkab Kampar, Provinsi Riau tidak lagi menyubsidi kantong darah melalui APBD bagi warga masyarakat yang membutuhkan di kantor Palang Merah Indonesia setempat dan berdampak pada kenaikan harga.
"Biasanya untuk setiap kantong darah yang digunakan untuk pengobatan warga masyarakat setempat yang sakit disubsidi Rp90 ribu, namun dengan pencabutan subsidi itu harga setiap kantong menjadi Rp265 ribu," kata Kepala Markas PMI Kampar Hj Misrahayati Ali di Bangkinang, Kamis.
Sebagai institusi nirlaba, pengurus PMI merasakan beban tambahan bagi keluarga pasien yang sakit, namun kebijakan itu sepenuhnya dari pemerintah daerah.
Dengan slogan "Setetes Darah Nyawa Bagi Orang Lain", akhirnya warga masyarakat yang membutuhkan darah tetap mengupayakan agar bisa mendapatkannya untuk kesembuhan keluarga mereka.
"Harga kantong darah memang naik sekitar April 2012. Sebenarnya bukan dinaikkan tetapi kembali ke harga asal, berdasarkan Surat Keputusan dari PMI Pusat, setelah dicabutnya subsidi dari Pemkab" jelasnya.
"Kita tidak tau pertimbangan untuk menghentikan bantuan itu, tapi untuk sekretariat anggaran kita juga minim," ujarnya.
Surat diberlakukannya kembali tentang pengembalian pada harga nonsubsidi itu kata Misrahayati sudah disampaikan kepada pihak Rumah Sakit dan semua puskesmas yang ada di Kabupaten Kampar. Selain itu sebagin masyarakat juga sudah memahami, sebelumnya meski banyak juga yang bertanya, namun tetap disosialisasikan harga itu.
Misrah juga mengaku sudah berupaya mencoba untuk menjalin kerjasama dengan pihak rumah sakit dan pihak terkait agar diambil kebijakan untuk memberikan keringanan atau pengecualian terhadap masyarakat yang tidak mampu, seperti yang pernah terjadi saat adanya anak kurang mampu, yang dibawa oleh P2TP2A beberapa waktu lalu.
Indra Sardi Andri, Sekretaris PMI membenarkan apa yang disampaikan oleh Misrahayati. "Perubahan harga kantong darah itu memang kembali pada harga semula sebagaimana dituangkan dalam Surat Keputusan PMI Pusat, dari harga Rp175.000 per kantong menjadi Rp 265,000,- per kantong," ujarnya.
Pewarta : Netty Mindrayani
Editor:
Netty Mindrayani
COPYRIGHT © ANTARA 2026

