
Wah... Muncul 33 Titik Api di Riau

Pekanbaru, (antarariau) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru melalui satelit NOAA 18 mendeteksi kemunculan sebanyak 33 titik api (hotspot) di daratan Provinsi Riau dengan titik sebaran terbanyak berada di Kabupaten Rokan Hilir yakni 13 titik.
Analis lembaga pemantau suasa tersebut, Warih Budi Lestari, Selasa, mengatakan, selain di Rokan Hilir, kemunculan titik api juga terdeteksi satelit NOAA berada di Kabupaten Indragiri Hulu yakni sebanyak tujuh titik.
Kemudian di Kabupaten Kuantansingingi dan Pelalawan masing-masing ada sebanyak empat titik, Rokan Hulu sebanyak dua titik, Indragiri Hilir (satu titik), Kampar (satu titik) dan Dumai sebanyak satu titik.
"Kemunculan titik api tersebut disebabkan pada Juni 2012 ini sebagian besar wilayah Riau memang telah memasuki musim kemarau," katanya.
Warih menjelaskan, untuk hari ini hingga beberapa hari kedepan, prakiraan cuaca di sebagain besar wilayah Riau masih cenderung cerah hingga berawan dengan temperatur maksimum yakni berkisar 33,0-35,0 derajat Celsius dan kelembaban mencapai 92-97 persen.
Suhu udara yang kian panas menurut Warih, berpotensi menambah kemunculan titik api baru, khususnya untuk sejumlah wilayah kabupaten/kota yang masih banyak lahan tidur atau hutan.
"Dengan kondisi demikian, BMKG juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan atau hutan demi kepentingan perluasan area perkebunannya," katanya.
Dikatakan, kerawanan tingkat kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau dalam kurun waktu beberapa pekan kedepan juga dipredikasikan akan terus mengalami peningkatan signifikan mengingat minimnya hujan di musim kemarau.
Kendati demikian, kata dia, potensi hujan tetap ada namun dengan durasi yang singkat dan tidak begitu lebat.
Menurutnya, tingkat kesulitan dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan pada Juni 2012 ini juga relatif meningkat mengingat sebaran titik api yang tidak terpusat.
Pewarta : Fazar Muhardi
Editor:
Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

