
DPRD Riau Akan Evaluasi Proyek PON

Pekanbaru, (antarariau) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau berjanji akan melakukan evaluasi terhadap proyek stadion utama (Main Stadium) Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XVIII/2012 yang bernilai lebih dari Rp900 miliar.
"Nanti proyek stadion Utama akan kami evaluasi. Hal ini berada pada kewenangan Komisi D yang membidanginya," kata Ketua DPRD Riau Johar Firdaus dihadapan wartawan di Pekanbaru, Selasa.
Dia mengakui, selama ini proyek senilai lebih Rp900 miliar yang juga rencananya akan mendapat tambahan kucuran anggaran melalui dana antara Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) serta Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) itu memang belum terpantau secara jeli oleh para legislator.
Sebenarnya, demikian Johar, setiap proyek atau aset daerah wajib melalui verifikasi setelah dilakukannya evaluasi terlebih dahulu.
"Nanti evaluasi proyek tersebut dan sejumlah proyek arena PON Riau lainnya akan dievaluasi. Apakah sesuai atau tidak. Tentunya, yang mengevaluasi adalah komisi terkait yakni komisi D," katanya.
Kesalahan
Dintanya mengenai indikasi adanya kesalahan dalam konstruksi pembangunan Stadion Utama yang berlokasi di kompleks Universitas Riau (UR) tersebut, Johar mengakui belum mengetahuinya sama sekali.
"Saya belum tahu kalau kursi di stadion kurang atau tidak sesuai dengan jumlah yang telah ditetapkan dalam perjanjian kerja. Kalau benar, ini sangat disayangkan dan akan menjadi temuan kami," katanya.
Sebelumnya, sejumlah pihak terkait dalam proyek mega miliar itu mengakui sejauh ini belum ada upaya verifikasi atas tahapan pembangunan 'Main Stadium'.
Padahal, proyek tersebut sudah mencapai kesiapan lebih dari 90 persen dan diindikasi jumlah kursi yang terpasangkan tidak sesuai dengan jumlah yang telah ditetapkan atau kurang.
"Tentunya, atas informasi ini saya sangat berterimakasih sekali. Secepatnya kami akan melakukan evaluasi bersama dengan Komisi D," katanya.
Stadion Utama PON dibangun di atas lahan seluas 66,4 hektare dengan luas bangunan 77.552 meter persegi. Kapasitas tribun untuk penonton mencapai 43.027 orang.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Riau sebelumnya juga sempat mempertanyakan biaya pembangunan Stadion Utama PON XVIII di Kota Pekanbaru, yang dinilai terlalu mahal jika dikalkulasikan dana pembangunan per kursi bisa mencapai sekitar Rp19,4 juta.
"Harganya kok bisa sangat mahal alasannya apa?. Sedangkan selama ini kami meminta data mengenai rancangan bestek dan rencana anggaran biaya tapi selalu ditutupi," kata Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Riau Bidang Infrastruktur & Jasa Konstruksi Prof Sugeng Wiyono.
Pewarta : Fazar Muhardi
Editor:
Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

