
Merapi Kembali Semburkan Asap

Bukittinggi, (antarariau) - Gunung Marapi di Kabupaten Tanahdatar dan Kabupaten Agam, Sumatera Barat, kembali menyemburkan asap putih.
"Semburan pertama terjadi sekitar pukul 07.49 WIB dan disusul semburan kedua sekitar pukul 09.00 WIB," kata Asril Koto, warga Batupalano, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam, Kamis.
Asap putih dari gunung memiliki tinggi 2.891 meter di atas permukaan laut (m dpl) itu berlangsung sekitar 5 menit dengan ketinggian antara 50 meter dari puncak kawah.
"Setelah semburan asap putih tersebut gunung tidak lagi telihat mengeluarkan asap," kata dia.
Warga Sungaipuar, Kabupaten Agam Lembang, itu menyebutkan, semburan asap putih dari gunung tersebut hanya tipis dan memiliki tekanan lemah.
"Asap putih dikeluarkan gunung tersebut hampir tiap pagi terlihat. Minggu yang lalu gunung menyemburkan abu vulkanik, dan menghujani sebagian Jorong Limo Kampuang," kata dia.
Saat ini warga takut mendaki gunung lebih dari tiga kilometer dari puncak karena status "waspada level II" masih diberlakukan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.
Salah satu gunung aktif di Sumbar tersebut pada 3 Agustus 2011 mengeluarkan abu vulkanik berbau belerang dengan ketinggian mencapai 1.000 meter, dan menjangkau sejumlah daerah di Sumbar seperti Agam, Tanahdatar, Padangpariaman, dan Padangpanjang.
Gunung Marapi terakhir kali meletus pada 2005. Dalam kondisi aktif normal, gunung yang berdampingan dengan Gunung Singgalang dan Tandikek itu menjadi salah satu tujuan pendaki dari dalam maupun luar Sumatera Barat.
Setiap pergantian tahun, gunung tersebut selalu ramai oleh pendaki. Akses pendakian Gunung Marapi mudah dicapai. Jalur pendakian dimulai dari Kotobaru, Tanahdatar.
Kawasan Gunung Marapi tersebut merupakan area konservasi di Sumbar, yakni Suaka Alam Merapi.
Sejak akhir abad 18 hingga 2008 gunung tiu tercatat 454 kali meletus, 50 di antaranya dalam skala besar. Saat dalam status siaga, Kota Bukittinggi merupakan salah satu daerah evakuasi.
Pewarta : ANTARA News
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026

