Logo Header Antaranews Riau

Pembunuh Gurning Misterius

Selasa, 29 Mei 2012 14:48 WIB
Image Print

Pekanbaru, (AntaraRiau) - Pelaku pembunuh kontraktor ternama di Riau, Halomoan Gurning, dikabarkan hingga saat ini atau lebih enam bulan pancaperistiwa itu pada awal November 2011 lalu masih misterius, polisi mengaku belum menemukan 'jejaknya'.

"Penyelidikan masih terus dilakukan dan tim khsus juga masih terus bekerja untuk memburu pelaku pembunuh Gurning," kata Kepala Polisi Resor Kota (Polresta) Pekanbaru Kombes Pol Adang Ginanjar, Selasa siang.

Secara terpisah, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polresta Pekanbaru AKP Arief Fajar Satria juga membantah pihaknya telah menemukan identitas pelaku seperti yang selama ini tercuat di beberapa media.

"Tidak benar kami telah mengetahui pelaku pembunuh Gurning. Namanya saja belum terdeteksi. Namun bukan berarti kami tidak bekerja," katanya.

Berbagai upaya menurutnya masih terus dilakukan oleh sejumlah personel khusus yang menangani perkara tersebut.

"Begitu kami dapatkan identitas pelaku, jelas kami akan langsung menangkapnya," kata dia.

Tindak kriminal pembacokan yang mengakibatkan seorang warga pengusaha kontraktor, Holoman Gurning meninggal dunia pada Kamis (10 November 2011) lalu juga sempat terekam kamera pemantau (cctv).

Peristiwa tersebut terjadi di Rumah Makan Pondok Gurih, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru.

Dari rekaman kamera pemantau, menampangkan bahwa korban terkena bacokan sebanyak lima kali oleh seorang tak dikenal, saat baru akan masuk ke dalam rumah makan. Tiga bacokan dari belakang membuat tubuhnya tumbang.

Kemudian pelaku kembali membacok korban yang tak berdaya sebanyak dua kali ketika telah tersungkur.

Tim kuasa hukum almarhum Holomoan Gurning, Johnson Panjaitan SH, sebelumnya dalam jumpa pers di Gedung Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau Jalan Sumatera menjelaskan perkembangan terakhir kasus tersebut dari Polda Riau. Pengacara korban juga mengklarifikasi sejumlah indikasi yang menyebutkan bahwa pelaku pembunuhan tersebut tertuju ke keluarga korban.

Johnson mengatakan, sebaiknya pihak Kepolisian menggelar kasus ini, agar keluarga korban dapat mengetahui informasi secara valid dan tidak simpang siur.
***1***
(T.KR-FZR)



Pewarta :
Editor: Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026