Logo Header Antaranews Riau

Anggota DPRD Tolak Penaikan BBM

Kamis, 29 Maret 2012 15:28 WIB
Image Print

Pekanbaru - Beberapa anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Riau rapat dengan perwakilan demonstran dari berbagai aliansi dan organisasi mahasiswa dan masyarakat di Pekanbaru yang hasilnya menyetujui penolakan penaikan harga BBM.

Rapat di ruang gedung DPRD Riau di Pekanbaru, Kamis, terkait tuntutan para pengunjuk rasa mengenai penolakan penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada April 2012.

Sebelum rapat dadakan itu, massa bentrok dengan aparat kepolisian dan merusak pos penjagaan di depan gedung DPRD Riau.

Dalam rapat, sejumlah perwakilan dari aliansi dan organisasi mahasiswa mendesak agar beberapa wakil rakyat yang hadir, antara lain T Rusli Ahmad dan Toroechan Ashari dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) serta Indra Isnaini dan Mansur dari PKS segera mengambil alih kursi pimpinan dan membuat keputusan menolak rencana penaikan harga BBM bersubsidi.

Para aktivis yang didominasi mahasiswa juga mendesak agar penolakan rencana penaikan BBM oleh DPRD Riau dituangkan dalam surat berkop DPRD Riau.

"Dalam surat tersebut juga harus ada sejumlah tuntutan dan solusi kesejahteraan rakyat," kata seorang aktivis dalam rapat.

Aktivis lainnya dari aliansi mahasiswa juga menerangkan tiga poin solusi yang dimakud yakni, pemerintah sebaiknya menangguhkan pembayaran hutang negara.

Kemudian menasionalisasikan aset-aset negara serta memangkas anggaran untuk pegawai negeri dan gaji anggota DPRD Riau, katanya.

T Rusli Ahmad dari Fraksi PDIP mewakili beberapa anggota DPRD yang hadir menyatakan persetujuannya atas permintaan para demonstran.

"Surat ini ditujukan langsung kepada Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono," katanya.

Rusli menguraikan isi surat terbut intinya adalah menolak rencana penaikan harga BBM bersubsidi.

Surat tersebut juga ditembuskan ke Menteri SDM dan DPR Pusat.



Pewarta :
Editor: Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026