Logo Header Antaranews Riau

Titik panas Riau terus bertambah

Rabu, 21 Maret 2012 11:39 WIB
Image Print

Pekanbaru - Satelit NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration) 18 milik Singapura mendeteksi titik panas (hotspot) di daratan Provinsi Riau terus berkembang, jika sebelumnya 11, saat ini tumbuh jadi 15 titik.

Data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Pekanbaru, Rabu, menyatakan bahwa belasan titik panas yang terdeteksi NOAA sejak Selasa (20/3) lalu itu tersebar di sejumlah wilayah kabupaten yang memang menjadi langganan kebakaran hutan atau lahan.

Terbanyak kemunculan "hotspot" yakni di Kabupaten Indragiri Hulu dengan jumlah yang mencapai sepuluh titik. Kemudian Kuantansingingi (dua), serta Indragiri Hilir, Kampar dan Kabupaten Pelalawan masing-masing satu titik panas.

"Terus bertambahnya titik panas untuk di daratan Riau disebabkan potensi mendung dan hujan di Riau yang rata-rata berpeluang di sore hingga malam hari. Sementara pada siang hari, suhu udara tetap terasa panas bahkan mencapai diatas 33,0 derajat Celsius," kata analis BMKG Stasiun Meteorologi Pekanbaru, Slamet Riyadi.

Secara umum untuk hari ini dan dua hari kedepan, demikian Slamet, cuaca di Riau masih berpotensi dilanda hujan disertai angin kencang.

"Namun tetap pada jam-jam tertentu. Sementara siang hari, tetap akan terasa panas seperti sekarang (Rabu pukul 11.00 WIB), dimana suhu udara mencapai 33,0 derajat Celsius," ujarnya.

Peluang hujan sendiri, katanya, masih merata atau berpotensi melanda seluruh wilayah kabupaten/kota se-Provinsi Riau dengan intensitas ringan-sedang.

Untuk tinggi gelombang di perairan Riau, diprakirakan masih normal, yakni 0,5 hingga 1,25 meter. Namun pada saat cuaca buruk, empasan gelombang bisa lebih tinggi lagi.



Pewarta :
Editor: Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026