
Rupiah melemah ke Rp9.020

Jakarta - Nilai tukar rupiah kembali bergerak melemah terhadap dolar AS, ke level Rp9.020 dipicu dari data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang positif, Selasa.
Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta bergerak melemah 30 poin ke posisi Rp9.020 dibanding sebelumnya Rp8.990 per dolar AS.
"Data ekonomi AS yang cukup positif pekan lalu menambah sentimen positif terhadap dolar AS," kata analis Ariston Tjendra di Jakarta.
Ia mengatakan, data klaim tunjangan pengangguran mingguan turun ke level yang tidak pernah terlihat sejak Juli 2008. Indeks aktivitas manufaktur di wilayah Philadelphia dan New York serta penjualan ritel juga naik.
"Semua sentimen positif bagi dolar AS itu mempengaruhi pergerakan pasar uang dalam negeri sehingga rupiah melemah," katanya.
Ia menambahkan, optimisme pasar terhadap kesepakatan paket dana talangan (bailout) baru untuk Yunani belum ada kepastian sehingga investor uang lebih cenderung memegang dana dalam bentuk dolar AS karena dianggap dapat menjaga nilai aset.
"Krisis hutang kini telah menggerogoti fundamental ekonomi kawasan Eropa. Kondisi itu mendorong pelaku pasar memegang dolar AS sehingga rupiah menguat," kata dia.
Ia menambahkan, pelemahan rupiah juga dipicu imbas penurunan mata uang Yen terhadap dolar AS. Jepang pekan lalu mengumumkan kenaikan program pembelian aset sebesar 10 triliun yen. Hal itu langsung melemahkan nilai yen terhadap dolar AS.
Meski demikian, kata dia, masih ada sentimen positif bagi instrumen investasi berisiko seiring dengan optimisme kembali merebak di kalangan para pelaku pasar.
"Instrumen keuangan yang berkarakter risiko tinggi seperti saham dan komoditi serta mata uang yang berimbal hasil tinggi kembali diminati pasar," kata Ariston.
Pewarta : ANTARA News
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026

