
Pertamina ancam tutup SPBU

Pekanbaru - PT Pertamina menyatakan akan menutup stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Pekanbaru, yang ketahuan curang dengan mengurangi takaran BBM untuk konsumen.
"Apabila terdapat kekurangan saat pengisian, SPBU tersebut akan ditutup sesuai ketentuan," kata Asisten Customer Relation Fuel Retail Marketing Pertamina Region I Sumbagut, Sonny Mirath, di Pekanbaru, Selasa.
Sonny mengatakan hal itu menanggapi hasil temuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru yang menyegel SPBU 14-1329 di Jalan Durian, Pekanbaru.
Setelah dalam uji takar, terbukti bahwa pihak SPBU tersebut menjual BBM tidak sesuai batas toleransi takaran.
Ia menjelaskan, ketentuan Pertamina hanya menoleransi batas kekurangan (losses) dalam penjualan BBM tidak lebih 60 mililiter setiap 20 liter.
Menurut dia, Pertamina langsung menurunkan tim ke SPBU yang diduga menyurangi takaran tersebut. Selain itu, Pertamina juga akan berkoordinasi dengan Disperindag Kota Pekanbaru untuk menindaklanjuti kasus tersebut.
Sonny memastikan bahwa SPBU yang bermasalah tersebut bukan masuk dalam kriteria SPBU "Pasti Pas" dari Pertamina.
"Untuk mesin pompa yang disegel, Pertamina akan melakukan tera ulang bersama Disperindag dan Badan Metrologi," katanya.
Disperindag Kota Pekanbaru pada Selasa siang (14/2) melakukan razia terhadap SPBU yang diduga curang. Razia tersebut digelar untuk menanggapi laporan dari masyarakat yang mengaku tidak puas dengan takaran BBM di SPBU Jalan Durian.
Petugas Disperindag akhirnya menyegel sejumlah pompa dan meminta pengelola SPBU untuk melakukan tera ulang sebelum diperbolehkan beroperasi kembali.
Pewarta : FB Rian Anggoro
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026

