
Korban Banjir Kampar Bertambah

Kampar, Riau, (ANTARARIAU News)- Korban banjir di Kecamatan Kampar Kiri bertambah sejak pukul 03.00 wib Selasa dini hari tadi, dari 7 menjadi 11 desa terendam.
Dampaknya kepada wilayah Kecamatan Kampar Kiri Hulu tidak bisa dilalui, semua kendaraan tidak bisa keluar dan juga tidak bisa masuk karena terkurung banjir, ketinggian air mencapai 1,5 meter.
"Air mulai meninggi sejak pukul 03.00 wib dini hari merendam lagi empat desa yakni Kelurahan Lipat Kain, Sungai Geringging, Sungai Paku dan Lipat Kain Utara, "kata Camat Kampar Kiri, Febrinaldi menjawab ANTARA via telepo, Selasa
Kemarin lanjut Camat, cuma tujuh desa, yakni Desa Domo, Desa Teluk Paman, Teluk Paman Timur, Padang Sawah, Sungai Liti, Desa Kuntu dan Desa Lipat Kain Selatan.
Semua kebun, sawit dan karet warga terendam, juga rumah warga dan kondisinya sangat mengkuatirkan jalan menuju 8 desa lainnya terputus, jalan menuju Kecamatan Kampar Kiri Hulu dari Lipat Kain-Gema tidak bisa lewat darat, kalau sepeda motor bisa keluar daerah itu dengan perahu.
"Pemkab Kampar akan menyampaikan bantuan untuk masyarakat, sekarang sedang berkoordinasi dengan pihak Bulog, karena memang kebutuhan bahan pangan diperlukan masyarakat", kata Camat,
Kepala BPPBD Kampar, Fauzi Nurta mengatakan, "besok Pemkab Kampar akan mengantarkan bantuan, rencananya Bupati Kampar akan antar langsung bantuan ke lokasi korban banjir itu,
Saat ini belum dapat didata secara pasti tambahan data korban banjir.
Senin kemarin (26/12) Febrinaldi menyampaikan data sementara korban banjir merendam ribuan rumah dan fasilitas umum serta harta benda milik masyarakat.
"Diantaranya 1151 rumah yang dihuni 1283 KK atau 5017 jiwa. Juga banjir itu menyapu 611 hektare lahan milik masyarakat, termasuk 184 hektare lahan pertanian dan 245 hektare lahan pertenakan," ungkap Febrinaldi.
Pewarta : Netty Mindrayani
Editor:
Netty Mindrayani
COPYRIGHT © ANTARA 2026

