Logo Header Antaranews Riau

Riau Menuju Pusat Budaya Melayu

Sabtu, 17 Desember 2011 19:57 WIB
Image Print

Pekanbaru, (ANTARARIAU News) - Gubernur Riau, HM Rusli Zainal, mengatakan, pihaknya membutuhkan peran dari semua komponen masyarakat, terutama para budayawan dan institusi lainnya, untuk turut melestarikan budaya Melayu, terkait visi Riau 2020 menjadi Pusat Kebudayaan Melayu di Asia Tenggara.

Kepada ANTARA di Pekanbaru, Sabtu (17/12), ia memaparkan, masih ada banyak tradisi dan keragaman kultur yang menunggu diurus, agar cita-cita bersama itu dapat tercapai.

Sementara itu, ketika menghadiri perayaan HUT ke-75 seorang budayawan Riau, Tenas Effendy, Jumat (16/12) malam, ia pun mengimbau masyarakat Riau untuk terus giat menggali dan mengkreasikan nilai-nilai kultural Melayu khas Riau.

"Kita tidak bisa berhenti pada Tenas Effendy saja dalam mengurus dan melestarikan kebudayaan Melayu. Harus dilanjutkan, karena masih ada banyak tradisi, budaya dan budayawan lain menunggu untuk diurus," katanya lagi.

Rusli Zainal pada kesempatan itu juga mengutarakan, dirinya membutuhkan peran dari semua komponen masyarakat untuk turut melestarikan budaya Melayu, terkait visi Riau 2020 menjadi pusat kebudayaan Melayu di Asia Tenggara.

"Menjadikan Riau sebagai pusat budaya Melayu pada tahun 2020 adalah komitmen yang harus dijaga," tandasnya.

Melayu dengan berbagai warna adat dan tradisinya, menurutnya, sebagai cinderamata dari Riau untuk warisan kebudayaan dunia.

"Untuk itu diperlukan kerja keras untuk mengumpulkan aset-aset budaya yang tercecer, selain menggali lebih dalam lagi ciri dan identitas kebudayaan dari masyarakat," tuturnya.


Melayu Angkat Harkat

Senada dengan Rusli, budayawan Tenas Effendy, juga mengatakan hal sama.

"Menurut saya, budaya adalah jatidiri yang harus dibangun pada masyarakat, untuk mempertahankan diri dari terpaan budaya asing yang masuk ke Riau," ujarnya.

Dikatakannya, intervensi budaya asing saat ini sangat luar biasa, sehingga hanya dengan jatidiri yang kuat, kita bisa bertahan.

Selain itu, Tenas meyakini, budaya dapat mengangkat harkat dan martabat suku bangsa Melayu di kancah pergaulan luas.

Ia berharap, pekerjaan mendokumentasikan aset budaya Melayu dari tengah kehidupan dilanjutkan.

"Dengan memiliki identitas budaya, orang bisa duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dengan bangsa-bangsa lain," katanya.

Riau memiliki berbagai akar kebudayaan Melayu, hanya saja, menurut Tenas, kurang usaha pengkajian.

Dalam kesempatan itu, budayawan kelahiran Kabupaten Pelalawan, Riau, 75 tahun silam itu, mengimbau kepada pemerintah untuk meneruskan apa yang telah dilakukannya.

"Selama lebih dari 40 tahun saya keluar masuk kampung untuk mengkaji realita. Itu pun masih banyak yang belum terkaji," katanya.

Karenanya, peraih gelar doktor kehormatan dari Universiti Kebangsaan Malaysia ini mengaku masih memiliki pekerjaan yang ia tak sempat selesaikan.

Gubernur Riau berharap, jajaran dinas terkait kebudayaan di Provinsi Riau mampu meneruskan pekerjaan Tenas yang belum selesai itu.

"Dinas Pendidikan dan Dinas Periwisata, Seni dan Kebudayaan di Riau saya harap untuk menyusun program penghimpunan aset budaya itu," ujarnya.

Rusli Zainal juga meminta muatan lokal kebudayaan Melayu semakin diperbanyak lagi sebagai kurikulum pengajaran siswa sekolah di wilayah Provinsi Riau.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026