Logo Header Antaranews Riau

Peta rawan bencana selesai 2012

Selasa, 29 November 2011 20:53 WIB
Image Print

Pekanbaru, (ANTARARIAU News) - Deputi I Menko Kesra Bidang Lingkungan Hidup dan Kerawanan Sosial, Willem Rampangilei, mengatakan peta rawan bencana Indonesia bakal rampung pada awal tahun 2012.

"Sekarang tinggl 20 persen lagi, jadi pada tahun 2012 Indonesia sudah memiliki peta rawan bencana," kata Willem kepada ANTARA di Pekanbaru, Selasa.

Menurut dia, pembuatan peta rawan bencana kini sedang dikebut oleh beberapa instansi terkait seperti Bakosurtanal, BNPB, dan BMKG. Peta tersebut nantinya diharapkan bisa menjadi acuan pemerintah untuk mencegah dan mengantisipasi kemungkinan bencana di seluruh tanah air.

"Bukan cuma Riau, tapi semua daerah memerlukan peta rawan bencana yang bisa memetakan potensi seperti gempa dan banjir," katanya.

Ia mengatakan kedatangannya ke Riau adalah untuk memantau penyaluran bantuan untuk korban banjir bandang di Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Pelalawan. Berdasarkan informasi sementara, lanjutnya, penyebab banjir bandang Kampar disebabkan pendangkalan waduk dan sungai.

"Karena itu kita akan coba koordinasikan di pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Kehutanan untuk mencari solusi jangka panjang agar musibah ini tidak terulang," ujarnya.

Secara terpisah, Bupati Kampar Burhanuddin Husin mengatakan salah satu cara agar tidak kejadian di Kampar Kiri Hulu adalah dengan merelokasi warga di tepi Sungai Sebayang yang kerap meluap. Namun, ia mengatakan untuk merelokasi tidak mudah karena perlu rencana yang melibatkan banyak pihak.

"Untuk merelokasi tidak mudah, karena perlu ada lahan baru khusus untuk warga," ujarnya.

Selain itu, ia mengatakan harus sejalan dengan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Provinsi Riau.

"Sayangnya RTRW Riau hingga kini belum rampung dan menyulitkan pemerintah daerah juga," kata Burhanuddin.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026