Logo Header Antaranews Riau

Warga Riau diingatkan Flu Burung

Selasa, 18 Oktober 2011 13:02 WIB
Image Print

Pekanbaru, (ANTARARIAU News) - Warga Provinsi Riau diminta mewaspadai flu burung, terkait peningkatan kasus virus tersebut sejak awal Oktober 2011 di daerah tersebut.

"Saat ini tercatat 120 kasus flu burung dengan jumlah unggas yang mati sebanyak 4.200 ekor lebih," kata kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau Sri Mulyani, di Pekanbaru, Selasa.

Tahun 2010 tercatat kasus kematian unggas hanya terjadi 84 kasus dengan jumlah unggas yang mati jauh lebih sedikit dibanding kematian unggas tahun ini.

"Untuk kematian unggas saja tahun 2011 ini hingga bulan Oktober, mencapai 4.200 ekor, berarti itu jumlah yang sangat besar," ujarnya.

Tingginya kematian unggas yang terjadi sampai awal Oktober ini lebih dikarenakan faktor perubahan cuaca yang terjadi secara tiba-tiba. bahkan dengan perubahan iklim yang bakal terjadi sampai Desember nanti, jumlah kematian unggas diperkirakan akan terus bertambah.

"Sekarang kan lagi perubahan cuaca juga, jadi kondisi cuaca saat ini juga tidak bisa di Prediksi, jadi itu salah satu penyebab tingginya angka kematian burung di Riau,"ujar Sri Mulyani.

Dari 12 kabupaten/kota di Riau, kasus terbanyak terjadi di Pekanbaru dengan 38 kasus, namun kematian unggas yang relatif kecil, yakni 725 ekor. Sementara itu di Kabupaten kampar, meskipun kasus yang terjadi hanya 25 kasus, namun unggas yang mati mencapai 2.131 ekor.

"Kalau jumlah kasus terbesar ada di Pekanbaru, mungkin karena penyebab banyaknya masyarakat yang berobat di Pekanbaru, namun kalau jumlah unggas yang mati paling banyak berada di Daerah Kabupaten Kampar Riau," Tambahnya lagi.

Ia mengharapkan agar warga bisa lebih waspada lagi terhadap penyakit Flu burung, dengan membiasakan pola hidup sehat, dan mengatur semuanya dengan baik, baik itu kontak dengan burung dan semuanya.

"Jadi harapan kita semua warga bisa lebih waspada lagi, tentang bahaya flu burung yang sewaktu-waktu bisa menyerang kita," kata Sri Mulyani.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026