
Dumai Inflasi 0,91 Persen

Dumai, 3/8 (ANTARA) - Kota Dumai, Provinsi Riau, pada Juli 2011, mengalami inflasi sebesar 0,91 persen hingga menduduki peringkat ketujuh dari 16 kota berdasarkan indeks harga konsumen (IHK) di Sumatera.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Dumai, Syahruddin, kepada ANTARA di Dumai, Rabu, mengatakan, inflasi tertinggi terjadi di Banda Aceh yakni sebesar 1,16 persen, diikuti Kota Sibolga sebesar 1,01 persen, Medan 0,95 persen, Jambi 0,94 persen, Bengkulu 0,93 persen, kemudian Pekanbaru dan Kota Dumai sebesar 0,91 persen.
Selanjutnya yakni Kota Padang Sidempuan sebesar 0,90 persen, Bandar Lampung 0,82 persen, Pematang Siantar 0,78 persen, Padang 0,77 persen, Batam 0,73 persen, Palembang 0,70 persen, Lhokseumawe 0,44 persen, Tanjung Pinang 0,25 persen dan Pangkal Pinang sebesar 0,10 persen.
Khusus Dumai, kata Syahruddin, inflasi pada Juli 2011 terjadi karena adanya kenaikan harga yang mengindeks pada kelompok bahan makanan sebesar 2,06 persen, kemudian kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau naik sebesar 0,45 persen.
Selanjutnya yakni kelompok perumahan, Air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,74 persen, kelompok sandang naik 0,90 persen, kelompok kesehatan naik 0,58 persen serta kelompok pendidikan rekreasi dan olah raga sebesar 0,32 persen.
"Sedangkan penurunan indeks terjadi pada kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan yang sebesar 0,05 persen," ujar Syahruddin.
Sementara untuk komoditas yang mengalami kenaikan harga selama Juli 2011 antara lain yakni sayur bayam, beras, batu bata atau batu tela, daging ayam ras, ikan serai, tongkol, telur ayam ras, sewa rumah, nasi, emas perhiasan, tomat buah, kentang, kopi bubuk, seragam sekolah anak, daging sapi serta nilai atau harga kontrak rumah," urainya.
Kemudian lainnya kata dia, yakni bawang merah, ikankembung atau gembung, semangka, rokok kretek, taman kanak-kanak, air kemasan, lele, ikan baker, kelapa, tenggiri, parfum, kol putih/kubis, bedak, ayam hidup dan cabe merah.
"Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain udang basah, bawang putih, teri, wortel, minyak goreng, senangin, telepon seluler, mie kering instant, gabus, sabun detergen bubuk dan ikan sepat," kata Syahruddin.
Dari 66 kota IHK nasional, kata Syahruddin, sebanyak lima kota mengalami inflasi tertinggi. Diantaranya Manokwari sebesar 2,56 persen, Balikpapan 1,79 persen, Kendari 1,64 persen, Singkawang 1,46 persen dan Palu sebesar 1,37 persen.
"Sedangkan satu-satunya kota yang mengalami deflasi adalah Ambon, yakni sebesar 1,20 persen.
Untuk laju inflasi tahun kalender Januari-Juli 2011 mencapai 0,35 persen, sedangkan laju inflasi "year on year" (Juli 2011 terhadap Juli 2010) sebesar 3,34 persen," demikian Syahruddin.
Pewarta : Fazar Muhardi
Editor:
Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

