
Bank Jabar Banten Ekspansi Ke Riau

Pekanbaru, 18/4 (ANTARA) - Bank Jabar Banten melakukan ekspansi jaringan ke Riau dengan membuka kantor cabang Pekanbaru yang menjadi cabang ke-51 setelah Denpasar, Makassar, Balikpapan, Tegal, dan Hasyim Ashari, Jakarta.
"Pertumbuhan ekonomi tanpa migas Riau di atas 7 persen menjadi alasan kami untuk membuka cabang di Pekanbaru," kata Direktur Operasi Bank Jabar Banten Dadang Agus Suryanto dalam peresmian operasional Bank BJB Pekanbaru, Senin.
Selain jajaran direksi dan pimpinan manajemen BJB, peresmian itu juga dihadiri Wali Kota Pekanbaru H Herman Abdullah, Pimpinan Bank Indonesia Pekanbaru Hari Utomo, kalangan dunia usaha, serta paguyuban warga Sunda di Pekanbaru.
Dadang berharap, kehadiran BJB bisa menjadi alternatif jasa layanan keuangan di antara perbankan di wilayah Provinsi Riau dan menjadi cabang ketiga di Pulau Sumatera setelah sebelumnya hadir di Batam dan Medan.
Pada 2011, BJB telah membuka 6 kantor cabang, 38 kantor cabang pembantu, 4 kantor kas, 5 tempat pembayaran (payment point), 6 unit layanan kas mobil, dan 14 ATM yang tersebar di Jawa Barat, Banten, Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Sulawesi Selatan, Bali, Kalimantan Timur, dan terakhir Riau.
"Hingga kini BJB telah memiliki 718 jaringan di 11 provinsi dengan asset per 31 Maret 2011 mencapai RP45,6 trilun, dan kami mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat sehingga BJB dapat beroperasi di Pekanbaru," jelasnya.
Pemimpin Bank Indonesia Pekanbaru Hari Utomo dalam kesempatan terpisah mengatakan, total asset BJB dari 11 provinsi di Indonesia telah menyamai total asset perbankan di wilayah Riau.
"Asset BJB hampir sama dengan asset perbankan di Riau yang memiliki 41 bank, dengan 553 unit kantor bank termasuk bank syariah. Jasa perbankan di Riau diperkirakan terus tumbuh yang ditandai dengan tingginya permintaan CPO, hasil industri sumber daya alam dan PON Riau 2012," katanya.
Wali Kota Pekanbaru H Herman Abdullah sesaat sebelum meresmikan pengoperasian BJB Pekanbaru berharap bank pembangunan daerah yang dimiliki Provinsi Jawa Barat dan Banten itu bisa memberikan kontribusi positif bagi pengembangan usaha kecil menegah (UKM) di daerah itu.
"Jangan keuntungan yang didapatkan dari Pekanbaru dibawa semua ke Bandung, melainkan bisa meningkatkan kinerja dan memacu pertumbuhan ekonomi terutama di sektor riil khususnya membawa manfaat bagi UKM," jelasnya.
Pewarta : Muhammad Said
Editor:
Muhammad Said
COPYRIGHT © ANTARA 2026

