Logo Header Antaranews Riau

Buntut Pengrusakan Warga Ancam Boikot PT AA

Rabu, 6 April 2011 20:34 WIB
Image Print

Dumai, 6/4 (ANTARA) - Ratusan warga Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai, Riau, mengancam melakukan aksi boikot terhadap PT Arara Abadi yang dituding telah melakukan pengrusakan atas rumah dan perkebunan milik warga.

"Kita telah menunggu kehadiran PT AA yang sebelumnya berjanji untuk melakukan perundingan atas permasalahan ini. Namun perusahaan tidak ada yang muncul," kata seorang warga, Amir (34) di Dumai, Rabu.

Pengrusakan yang dilakukan PT AA terjadi sepekan lalu, dimana pada luasan lahan sengketa yang berada di Kecamatan Bukit Kapur tepatnya di perbatasan antara Dumai dengan Kabupaten Rokan Hilir, pihak perusahaan mengutus sejumlah orang tak dikenal untuk melakukan penggusuran warga.

Namun warga yang bersih keras mengklaim lahan tersebut milik mereka, tetap memilih untuk bertahan hingga akhirnya terjadi kericuan dan pengrusakan terhadap rumah dan harta benda serta perkebunan milik warga.

"Setelah insiden itu, kami melaporkannya kepihak kepolisian setempat. Namun perusahaan meminta untuk damai dan berjanji akan mengajak kami berunding atau bermusyawarah. Namun janji itu sampai sekarang enggak juga dipenuhi," kata warga lainnya, Kapri.

Melihat pihak perusahaan tidak konsisten, kata dia, banyak warga kecewa dan berencana akan melakukan aksi boikot terhadap segala aktifitas perusahaan.

Pantauan ANTARA, warga di Kecamatan Bukit Kapur Rabu siang terlihat tengah berkumpul di lokasi lahan sengketa. Mereka menanti kedatangan utusan pihak perusahaan untuk mendudukkan masalah pengrusakan yang diduga dilakukan PT AA.

Menjelang sore, ratusan warga mulai menunjukkan amarahnya, beberapa diantaranya berteriak dan mengecam pengrusakan yang dilakukan pihak perusahaan sambil berjalan menuju lokasi kerja PT AA untuk mengepung perusahaan swasta itu.

Namun pihak kepolisian setempat yang berada dilokasi rencana pertemuan, berlahan berhasil menenangkan warga sehingga keributan redam seketika.

"Kita menunggu janji perusahaan dalam beberapa hari ini. Jika tidak ada jalan keluar, maka kami akan melakukan aksi boikot," kata warga lainnya, Marwan.



Pewarta :
Editor: Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026