Pekanbaru (ANTARA) - Hanya dalam hitungan menit  Diva  Riswanti  seorang tuna daksa di Kota Pekanbaru, sudah mahir menggunakan kursi roda kontrol "joystick" buatan D3 Teknik Elektronika Politeknil Caltex  Riau (PCR).

Gerakan maju, mundur, kiri, kanan, serong kanan, serong kiri,  depan kiri,  kursi roda yang diciptakan khusus oleh tim mahasiswa PCR itu, menjadi alat bantu yang lebih luwes bagi siswi  kelas 2 SMP, SLB Negeri Pembina Pekanbaru tersebut.

"Aku seneng, makainya enak dan mudah," kata Diva  Riswanti  kelahiran 20 maret 2005  saat dijumpai  antara di sekolahnya  di Pekanbaru, Kamis.

Walau miliki keterbatasan fisik Diva  mampu meraih peringkat di kelas, kepintarannya mengaji sudah mengantarkan dia qatam quran. Penyuka mata pelajaran IPA itu bercita-cita  ingin menjadi seorang guru. Dia tidak pernah menyerah dengan keterbatasannya, walau harus digendong saat hendak berpindah  tempat.

Diva tidak pernah kepikiran akan mendapatkan bantuan alat kursi roda  kontrol "joystick" dari PCR. Berkali-kali ia tertawa lebar saat diajak bincang tentang artis idolanya. Layaknya remaja yang bertumbuh ia kelihatan tumbuh normal dengan memiliki idola.

"Saya mengidolakan Devano anak  aktris Is Dahlia," kata penyuka mie goreng itu.

Guru kelas Diva mengakui, selama tujuh tahun sudah membantu menggendong Diva dalam setiap aktifitas atau perlombaan ke luar sekolah. Belakangan ia agak kesulitan karena  Diva mulai risih kalau digendong.

"Seiring umurnya bertambah  beranjak remaja,  Diva  mulai merasa minder  dan malu kalau digendong terus saat hendak  bergeser dari satu tempat ke tempat lain," kata Guru kelas Tuna Daksa Nurmailis.

Nurmailis mengatakan  dengan adanya bantuan kursi roda kontrol "joystick"  dari PCR,  sangat membantu meringankan tugasnya. Selain itu Diva  juga jadi lebih percaya diri bergerak tanpa harus dibantu atau di dorong.

Ia juga tidak lupa mengucapkan terimakasih buat PCR yang sudah memberikan alat bantu kursi roda kontrol "joystick" yang dibuat khusus bagi tuna daksa.

Dia mengatakan saat ini ada dua anak tuna daksa  yang kondisinya butuh kursi roda kontrol "joystick", Diva dan Thoriq Alfaris  kelas 3 SMA, dengan  keterbatasan kaki dan tangan. 

Selama ini mereka hanya pakai kursi roda manual yang pergerakannya dibantu orang lain. Sementara bantuan yang  menggunakan alat kontrol "joystick"  baru satu yang baru disumbangkan PCR.

"Semoga ada tambahan bantuan  satu lagi untuk  Thoriq Alfaris," katanya.

Sementara itu  Ketua Tim Penelitian D3 Teknik Elektronika Politeknik Caltex  Riau,   sekaligus Kepala program studi, Putri Madona mengatakan kursi roda kontrol "joystick" adalah hasil karya dosen dan mahasiswa PCR.

Katanya penciptaan ini  awalnya  hibah penelitian riset Dikti, yang korsi rodanya pakai sinyal kontrol otak, namun karena susah cari objek penelitiannya  kemudian PCR mengembangkan kursi roda otot, suara dan kali ini kontrol "joystick".

Setelah diuji cobakan dengan mitra SLB Negeri Pembina Pekanbaru ternyata yang paling cocok dan mudah digunakan kursi roda kontrol "joystick".

"Alhamdulilah PCR bisa buat satu untuk uji coba dan dipakai di SLB Negeri Pembina, dan  disumbangkan denyan harapan  berguna, dan  kedepan tetap dalam pantauan kami," katanya.

Ia mengatakan kalau ada donatur  yang  mau membantu PCR siap  untuk membuat unit lainnya. Biaya yang diperlukan  Rp10 juta per unit.

Kalau kursi ini dipakai normal tidak ada masalah hanya butuh pengisian batre.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, SLB Negeri Pembina Pekanbaru, Yatmiati mengatakan saat ini ada 366 siswa yang belajar mulai dari jenjang SD, SMP dan SMA.

Katanya SLB itu satu-satunya milik pemerintah di Pekanbaru, tiap tahun sekolah itu mendapat bantuan satu kursi roda dari Dinas Sosial hingga totalnya ada empat. 

"Yang dibutuhkan di SLB  kami  kini  adalah tongkat  dan  reglet alat tulis untuk anak tuna netara. Kami hanya punya  tiga tongkat sementara jumlah anak ada delapan," tukasnya.

 
Baca juga: Bulan, Anak Difabel yang Diberi Kursi Roda oleh Presiden Berkesempatan Bertemu Langsung
Baca juga: Mahasiswa PCR Riau Kembangkan Kursi Roda Berkendali Pikiran
Baca juga: Jumat Barokah Polresta Pekanbaru Bantu Ibuk yang Berjualan dengan Kursi Roda

 

Pewarta : Vera Lusiana
Editor : Febrianto Budi Anggoro
Copyright © ANTARA 2025