
Hatta : Potensi Perdagangan ACFTA Terus Tumbuh

Dumai, 23/1 (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa, menyatakan, potensi perdagangan Indonesia-China dengan hadirnya Penerapan Perdagangan Bebas ASEAN-China (ACFTA) menunjukkan tren positif. "Ekspor sawit kita yang tadinya nihil namun pada 2004 nilai ekspor kita itu tercatat 1,7 miliar dolar AS dan potensinya terus tumbuh dengan nilai perdagangan saat ini 34 miliar dolar AS," ujarnya di Dumai, Riau, Sabtu sore. Namun, lanjut Hatta, pemerintah Indonesia terus bertekad melalui ACFTA yang telah berjalan dalam beberapa tahun terakhir itu, Indonesia akan mengalami realisasi perdagangan dengan surplus baik dalam volume atau nilai. Meski demikian masih terdapat 228 tarif pos yang masih menjadi perhatian pemerintah sehingga harus dilakukan renegosiasi untuk memodifikasi sejumlah ketentuan seperti perdagangan besi baja. Kebijakan itu diambil mengingat kekhawatiran terhadap industri dalam negeri kalah bersaing dengan produk besi baja yang dihasilkan oleh negeri tirai bambu tersebut. "Sebab itu pemerintah akan melakukan pembicaraan ulang seperti besi baja, kemudian tekstil agar kebijakan itu diberlakukan sesuai dengan waktu normal yang ditentukan sebelumnya," kata dia. Menko Bidang Perekonomian itu menjelaskan, rencana pemberlakukan ACFTA telah dimulai sejak tahun 1992 yang kemudian dimatangkan lagi pada tahun 1994 di Bogor atas inisiatif KTT APEC terkait liberalisasi perdagangan. Lalu pada tahun 2003 melalui pertemuan 10 negara ASEAN yang menghasilkan perjanjian Bali Concord II yang menyepakati integrasi pada tiga pilar yakni bidang ekonomi, budaya dan keamanan. Pemberlakukan ACFTA dipercepat menjadi tahun 2010 dari rencana normal 2015 untuk mencegah terjadinya penyeludupan, antidumping, perdagangan yang tidak jujur dan lain sebagainya. Sejak tahun 2004 hingga awal 2010 sedikitnya telah dihasilkan sekitar 7.000 pos tarif yang termasuk dalam kesepakatan ACFTA. "Dari 7.000 pos tarif itu hanya 228 pos tarif yang menurut kami perlu ditinjau kembali pemberlakuannya," kata Hatta menegaskan.

