Logo Header Antaranews Riau

Iran Klaim AS Sudah Merespons Proposal 14 Poin untuk Akhiri Perang

Selasa, 5 Mei 2026 11:40 WIB
Image Print
Sejumlah demonstran membawa plakat yang berisi seruan mengakhiri perang saat ikut berunjuk rasa Hari Buruh di Los Angeles, California, Amerika Serikat, Jumat (1/5/2026). (ANTARA/Xinhua/Qiu Chen/aa.)

Teheran (ANTARA) - Juru Bicara (Jubir) Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan, Amerika Serikat (AS) telah menanggapi rencana 14 poin yang diusulkan Iran untuk mengakhiri perang.

Dia menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi pemerintah IRIB TV, Minggu (3/5), sembari menyebut tanggapan dari AS sedang ditinjau.

Baca juga: Iran Tegas: Campur Tangan AS di Selat Hormuz Langgar Gencatan Senjata

Jubir ini menegaskan bahwa rencana Iran tersebut secara khusus berfokus pada penghentian perang, dan "tidak ada hal apa pun yang berkaitan dengan rincian bidang nuklir di dalamnya."

"Saat ini, kami berfokus pada parameter yang berkaitan dengan penghentian perang di kawasan ini, termasuk Lebanon," imbuh Baghaei, seraya menegaskan bahwa "pada tahap ini kami tidak melakukan negosiasi nuklir."

Pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Seyed Abbas Araghchi memberikan penjelasan kepada mitra setaranya dari Oman dan Jerman mengenai upaya serta inisiatif diplomatik terbaru Iran untuk mengakhiri perang.

Dalam percakapan telepon terpisah, Araghchi bertukar pandangan dengan Menlu Oman Sayyid Badr bin Hamad bin Hamood Albusaidi dan Menlu Jerman Johann Wadephul mengenai perkembangan regional dan internasional terbaru, menurut pernyataan yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri Iran.

Baca juga: Survei: 61% Warga AS Nilai Perang Melawan Iran Sebagai Kesalahan Besar

Pada 28 Februari, Israel dan AS melancarkan serangan gabungan ke Tehran dan kota-kota lainnya, yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu Ali Khamenei, sejumlah komandan senior, serta warga sipil. Iran kemudian merespons dengan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta kepentingan AS di kawasan tersebut.

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April, diikuti pembicaraan antara delegasi Iran dan AS di Islamabad yang gagal menghasilkan kesepakatan.



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026