Logo Header Antaranews Riau

Mediator Angkat Tangan, Iran--AS Tak Capai Kesepakatan Gencatan Senjata

Sabtu, 4 April 2026 16:06 WIB
Image Print
Arsip foto - Sejumlah warga kota membentangkan poster saat aksi unjuk rasa menentang serangan AS-Israel terhadap Iran, di New York, Amerika Serikat, Sabtu (28/2/2026). (ANTARA FOTO/Xinhua/Zhang Fengguo/nz)

Washington (ANTARA) - Upaya negara-negara di kawasan untuk mencapai gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran menemui jalan buntu, menurut laporan The Wall Street Journal pada Jumat, mengutip para mediator.

Iran telah memberi tahu para mediator tentang keengganannya untuk bertemu dengan pejabat AS di Pakistan dalam beberapa hari mendatang, karena menurut mereka tuntutan Washington tidak dapat diterima, kata laporan itu.

Sementara itu, Mesir dan Turki terus berupaya memfasilitasi dialog dan menawarkan berbagai tempat untuk pembicaraan antara AS dan Iran, seperti Doha atau Istanbul, menurut laporan itu.

Baca juga: AS Ajukan Gencatan 48 Jam, Iran Menolak: Hanya Terima Perdamaian Total

Sebelumnya pada hari itu, kepala misi diplomatik Iran di Kairo Mojtaba Ferdosipour mengatakan kepada RIA Novosti bahwa Iran hanya akan menyetujui pengakhiran perang sepenuhnya dan menentang gencatan senjata.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, pada Rabu juga membantah klaim Presiden AS Donald Trump yang mengatakan bahwa Teheran meminta gencatan senjata.

Amerika Serikat dan Israel telah melancarkan serangan terhadap target di Iran pada 28 Februari, termasuk di Teheran, menyebabkan kerusakan dan korban sipil.

Iran menanggapi dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Baca juga: Menlu Jerman: Peluang AS Lakukan Operasi Darat di Iran Sangat Kecil

Eskalasi ketegangan seputar Iran telah menyebabkan blokade de facto terhadap Selat Hormuz, yakni jalur utama untuk pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global, sehingga mendorong kenaikan harga energi.

Sumber: Sputnik



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026