
Enam Dekade Bank Riau Kepri Syariah: Dari Seremoni Menuju Kebermanfaatan Nyata

Pekanbaru (ANTARA) - Enam puluh tahun bukan sekadar angka bagi Bank Riau Kepri Syariah. Di usia yang matang itu, bank pembangunan daerah yang telah bertransformasi menjadi bank syariah ini justru memilih merayakannya dengan cara yang sederhana namun bermakna: menanam harapan, bukan sekadar menerima karangan bunga.
Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 yang jatuh pada 1 April 2026, BRK Syariah mengeluarkan imbauan yang tak biasa. Alih-alih papan bunga yang lazim menghiasi perayaan, korporasi mengajak seluruh pemangku kepentingan mengirimkan bibit pohon, tanaman buah, hingga bibit ikan. Sebuah simbol perubahan arah dari seremoni menuju keberlanjutan.
“Peringatan HUT ke-60 ini menjadi momentum bagi kami untuk menghadirkan ucapan yang tidak hanya simbolis, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Pemimpin Divisi Sekretariat Perusahaan BRK Syariah, T.M. Fadhly Kholis.
Pilihan ini bukan tanpa alasan. Di tengah isu perubahan iklim dan ketahanan pangan yang semakin mengemuka, langkah kecil seperti menanam pohon atau membudidayakan ikan justru menjadi investasi jangka panjang. BRK Syariah ingin memastikan bahwa setiap ucapan selamat dapat tumbuh, berbuah, dan memberi manfaat nyata.
Namun perjalanan enam dekade BRK Syariah tidak hanya diwarnai oleh kebijakan simbolik. Di balik itu, terdapat serangkaian capaian yang menunjukkan bagaimana bank ini berupaya hadir lebih dekat dengan masyarakat.
Satu contoh pada suasana hangat di Ballroom Menara Dang Merdu, Kantor Pusat BRK Syariah di Pekanbaru, pada pertengahan Ramadan lalu. Puluhan penyandang disabilitas berkumpul, bukan sekadar untuk menerima bantuan, tetapi juga mendapatkan edukasi tentang layanan perbankan syariah.
Kegiatan dalam rangka program Ghirah Ramadan 1447 Hijriah itu menjadi cerminan komitmen inklusi yang diusung BRK Syariah. Di sana, tidak ada sekat antara keterbatasan dan akses layanan.
Ketua Persatuan Tuna Netra Provinsi Riau, Zulfikar, mengungkapkan kebanggaannya. Ia menyebut BRK Syariah bukan sekadar bank daerah, tetapi juga mitra yang peduli.
“Kami cukup bangga punya bank daerah yang peduli dengan lingkungan, khususnya kelompok seperti kami,” ujarnya.
Bagi Zulfikar dan rekan-rekannya, layanan perbankan bukan hanya soal membuka rekening. Lebih dari itu, mereka ingin diperlakukan setara memiliki ATM, mengakses mobile banking, dan merasakan kemudahan yang sama seperti nasabah lainnya.
Di titik ini, BRK Syariah tampak memahami bahwa inklusi keuangan bukan sekadar jargon. Ia adalah tentang membuka akses seluas-luasnya bagi semua orang, termasuk mereka yang selama ini kerap terpinggirkan.
Komitmen tersebut juga tercermin dalam gelaran Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026. Bertempat di pusat keramaian seperti mal hingga gedung komunitas, BRK Syariah mengubah ruang publik menjadi ruang edukasi.
Diiringi suara hadroh berpadu dengan tarian sufi. Anak-anak mengikuti lomba dai cilik, sementara kelompok ibu-ibu tampil dalam seni hadroh. Di sela-sela itu, edukasi keuangan syariah disampaikan dengan cara yang ringan dan membumi.
Pelaksana Tugas Direktur Utama BRK Syariah, Helwin Yunus, menyebut GERAK Syariah sebagai upaya mendekatkan literasi keuangan kepada masyarakat.
“Melalui GERAK Syariah kami ingin menghadirkan ruang edukasi yang lebih dekat dengan masyarakat,” katanya.
Menariknya, kegiatan ini tidak hanya berlangsung di Riau, tetapi juga menjangkau Kepulauan Riau—mulai dari Batam, Tanjungpinang, hingga Karimun. Dengan pendekatan lintas generasi, dari pelajar hingga komunitas ibu rumah tangga, BRK Syariah mencoba memperluas jangkauan literasi keuangan secara organik.
Upaya ini mendapat apresiasi dari Otoritas Jasa Keuangan. Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau, Sinar Danandjaya, menilai program GERAK Syariah sebagai bukti nyata kontribusi bank daerah dalam meningkatkan literasi keuangan syariah.
Data OJK menunjukkan, tingkat literasi keuangan syariah nasional meningkat dari 39 persen pada 2024 menjadi 43 persen pada 2025. Sementara tingkat inklusi mencapai sekitar 13 persen. Angka-angka ini bukan sekadar statistik, melainkan refleksi dari kerja kolektif berbagai pihak, termasuk BRK Syariah.
Selain edukasi, BRK Syariah juga memperkuat perannya melalui kolaborasi strategis. Salah satunya dengan menggandeng PT Cahaya Hati Wisata Religi dalam penyediaan layanan perjalanan Umrah dan Haji Khusus.
Kerja sama ini bukan sekadar kemitraan bisnis, tetapi juga upaya membangun ekosistem ekonomi syariah yang lebih terintegrasi. Mulai dari perencanaan keuangan hingga pelaksanaan ibadah, semuanya dirancang agar lebih mudah diakses masyarakat.
Helwin Yunus menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari strategi memperluas jaringan kemitraan yang produktif dan berkelanjutan.
“Kami ingin menghadirkan kemudahan layanan keuangan syariah bagi masyarakat, khususnya dalam perencanaan perjalanan ibadah,” ujarnya.
Langkah ini memperlihatkan bagaimana BRK Syariah tidak hanya berperan sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai enabler—pihak yang membuka jalan bagi masyarakat untuk mencapai tujuan hidupnya, termasuk dalam aspek spiritual.
Di tengah berbagai capaian itu, satu benang merah tampak jelas: kebermanfaatan.
Tema ini bukan sekadar slogan dalam perayaan HUT ke-60, tetapi tercermin dalam setiap program yang dijalankan. Dari edukasi keuangan, inklusi disabilitas, kolaborasi bisnis, hingga kebijakan ramah lingkungan, semuanya mengarah pada satu tujuan—memberikan dampak nyata.
Pilihan untuk mengganti papan bunga dengan bibit tanaman dan ikan menjadi simbol kuat dari arah baru tersebut. Sebuah pesan bahwa pertumbuhan tidak harus selalu ditunjukkan dengan kemewahan, tetapi bisa melalui kontribusi sederhana yang berkelanjutan.
Di usia 60 tahun, BRK Syariah seolah ingin mengatakan bahwa keberhasilan bukan hanya diukur dari angka-angka finansial, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat.
Dan mungkin, di situlah makna sesungguhnya dari perjalanan enam dekade ini bukan sekadar bertahan, tetapi terus tumbuh bersama lingkungan dan masyarakat yang dilayaninya.
Pewarta : Darto
Editor:
Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026

