
Piala Dunia 2026 Tayang di TVRI, Ketua Komisi VII DPR Ungkap Rasa Bangga

Jakarta (ANTARA) - Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay mengaku bangga setelah TVRI resmi ditunjuk sebagai pemegang hak siar Piala Dunia 2026.
Menurut dia, hal itu adalah kehormatan bagi TVRI. Maka melalui momentum ini, TVRI ditantang untuk membuktikan kemampuannya dalam menyajikan siaran berkelas dunia.
"Di awal periode ini, Komisi VII memang meminta TVRI untuk berbenah. Siarannya tidak boleh kalah dengan TV-TV lain. Bahkan dalam skala tertentu, TVRI harus lebih baik dan unggul," kata Saleh di Jakarta, Senin.
Baca juga: Napoli Angkat Trofi Piala Super Italia Usai Tundukkan Bologna 2-0
Dalam salah satu rapat sebelumnya, dia menjelaskan bahwa Komisi VII DPR memang mendorong TVRI untuk mendapatkan hak siar Piala Dunia 2026. Meski kompetitif, menurut dia, TVRI akhirnya berhasil meyakinkan FIFA untuk mendapatkan hak siar dimaksud.
"Segala sesuatu yang berkenaan dengan penyiaran piala dunia itu tengah dimatangkan oleh TVRI," kata dia.
Dia menyampaikan bahwa satu hal yang penting dicatat oleh TVRI adalah bahwa rakyat Indonesia mayoritas pencinta bola. Karena itu, penyajian siaran piala dunia itu harus benar-benar, sungguh-sungguh, dan kesalahan serta kekurangan harus sedini mungkin diantisipasi, dengan mendengar saran dan masukan semua pihak.
"Kemarin kita semua ingin agar timnas masuk piala dunia. Sayang sekali, kita belum berhasil. Agar semangat itu tetap terpatri, siaran piala dunia harus ditata dengan baik dan rapi," kata dia.
Baca juga: AC Milan Takluk, Napoli Siap Bertarung di Final Piala Super Italia 2025
Dia mengatakan bahwa penonton tidak boleh kecewa karena penonton adalah raja. Mereka layak dilayani dengan tayangan yang baik dan rapi.
"Kalaupun tidak masuk sekarang, saya yakin di piala dunia berikutnya Indonesia akan berhasil. Tidak ada kata yang tidak mungkin. Apalagi dalam dunia sepak bola. Karena itu, asa dan harapan harus tetap dijaga agar tetap membara sepanjang masa," kata dia.
Pewarta : Bagus Ahmad Rizaldi
Editor:
Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026

