Logo Header Antaranews Riau

Nama Kampar Dikenal Dimata Dunia

Kamis, 6 Februari 2014 20:18 WIB
Image Print

Bangkinang, (Antarariau.com) - Gebrakan istri Bupati Kampar Hj Eva Yuliana SE mengangkat nama daerah itu agar dikenal di mata dunia telah dibuktikan dengan prestasi-nya memecahkan rekor MURI Dunia melalui tabuhan musik tradisional "Calempong Oguong Classic Musik" selama 72 jam 64 menit dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-64 Kabupaten Kampar.

Tim MURI, Awan Raharjo kedua kalinya datang ke Kabupaten Kampar setahun sebelumnya menyerahkan sertifikat Rekor MURI secara nasional pada HUT Kampar ke-63 tahun dengan makanan khas daerah "Palito Daun", terpanjang sebanyak 621.363 buah.

Tahun ini, Awan Raharjo bersama Tim Muri, kembali hadir di acara Hari Ulang Tahun Kabupaten Kampar ke-64 dengan membawa nama Kampar ke tingkat Dunia dengan mengangka music tradisional calempong oguong terlama 72 jam 64 menit.

"Maaf kami tidak bisa menetapkan Kabupaten Kampar di dalam catatan Rekor MURI secara nasional, akan tetapi untuk tingkat Dunia, " ujarnya di tengah-tengah peserta upacara HUT Kampar di lapangan upacara Kantor Bupati Kampar, Kamis (6/2/2014).

Pernyataan ini membuat suasana dipagi itu riuh dan tepuk tangan serentak menyambut kabar mengejutkan dan membanggakan itu.

"Saya sempat kaget mendengar pengumuman Tim Muri, kok tidak bisa mencatat rekor nasional, ternyata bukan saja tingkat nasional tetapi Rekor Muri Dunia, " ucap Eva.

Eva menyampaikan, "Prestasi itu patut dibanggakan, dan menjadi kebanggan masyarakat Kabupaten Kampar khusunya dan Riau umumnya, prestasi yang sangat dihargai teristimewa untuk para pemain calempong oguong clasis music, yang sudah mengukir prestasi dan mengangkat nama Kampar dimata dunia, " kata dia.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Kampar ini, ide cemerlang yang lahir dari istri Bupati Kampar ini beranjak dari segala bentuk potensi yang dimiliki Kabupaten Kampar masih banyak yang perlu digali, "Banyak potensi yang ada di Kampar baik itu dari makanan khas daerah atau kuliner dan bidang kesenian, ini gunanya tidak lain untuk memberi motivasi dan membangkitkan semangat menghidupkan khasanah daerah Kabupaten Kampar," ujarnya.

Calempong Oguong merupakan alat kesenian daerah yang memiliki nilai seni tersendiri dan bernilai seni tinggi untuk menambah kekayaan music Indonesia yang dapat dibanggakan. Kekhasan daerah itulah yang menunjukkan jati diri negaara Indonesia memiliki keragaman budaya, dari berbagai suku bangsa, berbineka tunggal ika.

Keaslian alat music daerah itu juga memberikan kewibawaan, ciri khas bagi masing-masing daerah dengan warna yang berbeda. Perpaduan music itu juga dapat memberi insfirasi tersendiri bagi pecinta musik Indonesia untuk kelestarian adat budaya dan seni yang menjunjung tinggl martabat bangsa Indonesia.

Eva memiliki tekad untuk terus mengembangkan dan memajukan daerah ini dalam berbagai bidang, "Satu persatu akan kita angkat kepermukaan, sehingga pada akhirnya memberikan nilai seni dan bernilai ekonomis bagi masyarakat," jelasnya.

Dari bidang kesenianpun masyarakat Kabupaten Kampar dapat mendukung terlaksananya program 5 Pilar Pembangunan sesuai dengan hobby masing-masing, "Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar sudah memulai mengangkan nama Kampar dari music tradisional yang mulai punah kembali bangkit dengan prestasi diraihnya Rekor Muri Dunia, " kata Eva.

Begitupun dengan makanan khas daerah Kampar, bukan saja palito daun, banyak makanan lainnya yang bernilai gizi tinggi dan lezat, tinggal bagaimana kita bisa mengemasnya dengan baik, sehingga mampu memberikan nilai ekonomin untuk meningkatkan income bagi masyarakat.

"Kita lihat saja sekarang, Ppalito Daun sudah sangat dikenal masyarakat umum, tidak saja orang tua, anak-anak TK-pun sudah sangat paseh menyebutnya dan tahu mengenal bentuk kuenya, tak hanya itu harga kue itu pun sudah punyai harga tersendiri, dan sudah ada dimana-mana serta menjadi andalan untuk disajikan di depan tamu undangan, " jelasnya lagi.



Pewarta :
Editor: Netty Mindrayani
COPYRIGHT © ANTARA 2026