Logo Header Antaranews Riau

Satpol PP Buka Paksa Blokade Stadion Utama Riau

Senin, 4 Maret 2013 09:07 WIB
Image Print

Pekanbaru, (antarariau.com) - Puluhan personel Satpol PP membuka paksa blokade pada akses pintu masuk ke Stadion Utama Riau di Pekanbaru, Senin, yang dipasang pihak kontraktor karena tunggakan piutang belum dibayarkan oleh Pemprov Riau.

Kepala Bidang Penindakan Satpol PP Provinsi Riau, Iswadi, mengungkapkan, pembongkaran paksa itu dilakukan karena ada kunjungan dari Panitia Pusat Islamic Solidarity Games (ISG) yang dipimpin oleh Rita Subowo selaku Ketua Komite Olimpiade Inddonesia (KOI).

"Rombongan Ibu Rita rencana mau ke sini (stadion), tapi karena masih ditutup jalannya, terpaksa dialihkan dulu ke Sport Center Rumbai," kata Iswadi.

Informasinya dalam rombongan itu juga ikut serta perwakilan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga yakni Heru Nugroho dan Safariatun.

Pada pekan lalu rombongan panitia ISG juga tak bisa masuk akibat pihak kontraktor memblokade jalan masuk ke stadion megah itu. Bahkan rombongan saat itu harus berjalan kaki cukup jauh dari pintu masuk, sekitar 1,5 kilometer, menuju gerbang utama.

Namun, kali ini rombongan Rita Subowo sepertinya akan lebih leluasa karena satpol PP sudah membuka blokade pagar besi di akses pintu masuk stadion.

Meski begitu, petugas tampak kesulitan karena pagar besi cukup berat sehingga tak bisa semuanya disingkirkan dari badan jalan.

"Yang penting cukup untuk mobil masuk," kata Iswadi.

Pihak kontraktor yang tergabung dalam kerja sama operasi (KSO) melarang segala aktivitas di stadion utama sebelum Pemprov Riau sebagai pemilik proyek membayar utang pembangunan. Tiga kontraktor itu terdiri dari PT Pembangunan Perumahan, Adhi Karya dan Wika.

Utang tertunggak kepada KSO mencapai Rp147 miliar untuk pengerjaan fisik stadion dan perawatan. Selain itu, Pemprov Riau juga berhutang pada Adhi Karya untuk pembangunan sarana dan fasilitas pendukung stadion sekitar Rp144 miliar.

Kontraktor menilai sudah terlalu banyak memberi dispensasi penggunaan stadion itu untuk kualifikasi Piala Asia dan PON XVIII, namun Pemprov Riau tidak punya itikad baik untuk melunasi utang. Karena itu, kontraktor tidak mengizinkan penyelenggaraan ISG pada Juni nanti digelar ditempat itu sebelum hak mereka dipenuhi.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026