Logo Header Antaranews Riau

Jelang Natal Harga Beras Melonjak

Kamis, 15 Desember 2011 15:37 WIB
Image Print

Pekanbaru, (ANTARARIAU News) - Jelang Perayaan Natal dan Tahun Baru di Kota Pekanbaru, Riau, harga komoditas beras dibeberapa Pasar tradisional Pekanbaru mulai melonjak, untuk jenis beras medium naik dari harga biasanya Rp 8700 menjadi Rp 9700.

"Kenaikannya ini baru minggu ini, namun belum begitu tinggi kenaikannya, masih dalam batasan yang wajar, dan kami juga yakin kenaikan jelang natal ini tidak akan terjadi seperti kenaikan Hari raya Idul Fitri kemaren," kata Rusdi salah seorang pedagang beras di Pasar Cikpuan Pekanbaru kepada ANTARA Kamis (15/12) di Pekanbaru.

Ia mengatakan penyebab naiknya harga beras di pasar tradisional Pekanbaru ini tidak sepenuhnya diakibatkan perayaan Natal dan Tahun baru, namun menurutnya, lonjakan harga ini diakibatkan kondisi musim hujan yang menimpa daerah di Riau.

"Jadi sebagian masyarakat yang memiliki gabah, banyak yang tidak bisa menjemur gabahnya, sehingga terpaksa dia membeli beras dipasar, itu salah satu penyebab melonjaknya harga beras ini," ujar Rusdi.

Namun Rusdi meyakini jika kondisi musim hujan terus melanda Kota Pekanbaru dan daerah Riau umumnya, maka harga beras ini akan terus melonjak.

"Ditambah lagi kebutuhan masyarakat jelang Natal dan Tahun baru meningkat, sehingga bisa berpengaruh besar terhadap harga beras ini, dan saya yakin akan mengalami lonjakan lagi, namun tidak separah Hari Raya Idul fitri kemaren," ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru El Syabrina menjelaskan kenaikan harga beras di Pekanbaru ini masih lumayan wajar dan belum berpengaruh terhadap para konsumen.

"Karena kebutuhan pangan kita rasakan cukup dan tidak akan terkendala, maka belum dianggap perlu melakukan operasi pasar, dan masih dalam kondisi yang wajar saja," kata El Syabrina kepada ANTARA Kamis (15/12) di Pekanbaru.

Dikatakannya, meski harga sejumlah bahan pokok mulai naik di sejumlah pasar tradisional, namun dianggap masih dalam batas kewajaran dan belum melonjak terlalu tinggi dan pihaknya sudah mengantisipasi dari jauh-jauh hari.

"Kita sudah mengantisipasi terjadinya lonjakan kebutuhan pokok jelang Natal dan Tahun baru, dan kita juga sudah melakukan kordinasi dengan beberapa pihak yang bersangkutan untuk nekan harga agar tidak terjadi lonjakan, seperti dengan pihak Bulog, kita sudah melakukan kordinasi untuk antisipasi lonjakan harga beras," ujarnya.

El Syabrina juga yakin untuk jelang Natal dan Tahun baru ini tidak akan terjadi lonjakan harga yang menyulitkan para konsumen karena sudah diantisipasi sejak awal.

"Dan kita yakin, dengan kerjasama dan langkah yang kami lakukan sejak jauh-jauh hari bisa menstabilkan harga kebutuhan pokok pada Natal dan tahun baru nantinya," ujar El Syabrina.

Sementara untuk komoditas lain sepert Gula, minyak goreng, tepung, masih stabil selanjutnya cabe merah pasokan Bukit Tinggi masih dijual Rp 36 ribu perkilogramnya.

kemudian harga sayur-sayuran juga masih stabil belum ada lonjakan di Pekanbaru, dan pasokan juga masih lancar dari berbagai daerah pemasok sayur Riau tersebut baik itu dari Sumatra Barat dan Sumatra Utara.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026