
PLN Riau defisit Rp900 Miliar

Pekanbaru, (ANTARARIAU News) - General Manejer PT PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (WRKR), Djoko R Abumanan mengaku, pihaknya belum memberikan kontribusi terhadap negara, bahkan justru mengalami defisit anggaran hingga Rp900 miliar.
"Sejauh ini kami masih terus mengalami defisit bukan hanya pada energi listrik yang didistribusikan ke pelanggan, tapi juga defisit dalam bentuk anggaran. Setiap tahun, kami belum dapat memberikan kontribusi ke kas negara, yang ada hanya kerugian hingga ratusan miliar," kata Djoko di Pekanbaru, Kamis.
Menurutnya, kerugian yang dialami PLN WRKR setiap tahunnya cukup mengkuatirkan, karena dana pemasukan dengan pengeluaran tidak berimbang.
"Kalkulasinya seperti ini, pemasukan kami hanya sekitar 20 persen dari omset yang diraup. Sementara dana keluar atau yang dibutuhkan mencapai lebih dari 40 persen. Kondisi ini sangat menghambat dalam melangkah dan menyelesaikan program yang ada," kata Djoko.
Ia menjelaskan, untuk menutupi kekurangan anggaran setiap tahunnya, PLN WRKR hanya mengandalkan bantuan kucuran dana dari pemerintah pusat.
"Saat ini kami sangat mengharapkan subsidi anggaran segera dapat direalisasikan sehingga beban kami dapat cepat teratasi. Program-program pun dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya," ujarnya.
Menurut Djoko, saat ini pihaknya hanya tinggal menunggu realisasi sejumlah pembangkit di Provinsi Riau yang diharapkan dapat mengatasi krisis listrik secara nasional dan di Riau sendiri serta meningkatkan omzet secara berkala.
"Kami hanya berharap pembangunan pembangkit di Riau khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Tenayan Raya, Pekanbaru, dapat segera selesai sehingga kondisi kelistrikan Riau dapat kembali normal. Dengan demikian program-program kelistrikan juga dapat digencarkan," demikian Djoko R Abumanan.
Saat ini di wilayah PLN WRKR khususnya Riau, rencananya akan dibangun tujuh pembangkit listrik yang terdiri dari empat Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dan satu Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) serta dua PLTU.
Ketujuh pembangkit ini dipastikan akan mampu menangkal krisis energi listrik yang melanda tanah air, khususnya Provinsi Riau. Namun realisasi dan pengoperasiannya ditargetkan baru akan dimulai pada tahun 2013 mendatang.
Pewarta : Fazar Muhardi
Editor:
Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

