
Kontroversi Gol Berbau "Offside" MU

LONDON, (ANTARARIAU News) - Manchester United memang akhirnya memenangi laga seru atas Chelsea, 3-1, di Old Trafford, Minggu (18/9). Namun, dua dari tiga gol MU dianggap berbau 'offside'. Termasuk gol spektakuler dan fantastik dari Nani.
Lepas dari tuduhan 'offside', gol pemain sayap Manchester United, Luis Nani, dalam pertandingan melawan Chelsea dalam Premier League, Minggu malam, ini menuai pujian banyak pihak.
Gol kedua Nani bagi MU ini disebut-sebut sebagai gol yang fantastik. Nani membawa gol dari sisi kiri gawang Peter Cech dan melewati dua pemain Chelsea hingga, kemudian melesakkan tendangan jarak jauh dari luar kotak penalti ke arah kanan gawang Cech, meski tengah dikelilingi tiga pemain Chelsea saat mengeksekusinya.
Pemain sayap asal Portugal ini pun mampu memperbesar kemenangan MU di babak pertama setelah gol pertama yang dicetak oleh Chris Smalling, yang juga dituduh beraroma 'offside'.
'The Sun' mencatat Nani mencetak gol dari jarak sejauh 31,7 yard atau setara dengan 28,99 meter. Kecepatan tendangannya mencapai 81 mil per jam atau setara dengan 130 km/jam. Karenanya tak heran, banyak yang menyebut tendangan Nani sebagai tendangan geledek dari jauh, termasuk Manajer MU Sir Alex Ferguson.
Ferguson pun mengaku terpesona dengan performa Nani yang bermain untuk ke-100 kalinya dengan MU pada pertandingan tersebut. "Penyelesaian yang dibuat Nani sangat fantastis, luar biasa," puji Ferguson.
Namun demikian, gol yang dibuat Nani juga sempat menuai kontroversi dari pihak The Blues. Setelah menyaksikan tayangan ulang televisi, Manajer Chelsea Andre Villas-Boas menuding, Nani sudah mendahului para pemain belakang Chelsea ketika menerima bola dan membawanya sedikit mundur untuk kemudian kembali memulai serangan.
Villas-Boas menyayangkan wasit tidak awas dengan keadaan itu, sehingga gol Nani tetap dinyatakan sah.
Menanggapi tudingan itu, Nani sendiri tak mengacuhkannya. Ia berpendapat, dirinya berada dalam posisi onside saat menerima bola.
"Saya tidak tahu menahu tentang itu. Saya hanya melakukan tugas saya. Saya pikir saya berada di posisi 'onside'. Itu sebabnya wasit tidak mengatakan apa-apa," katanya.
Nani sendiri juga memuji penampilan MU yang sangat prima dalam pertandingan ini. Pemain yang akan genap berusia 25 tahun pada November ini mengatakan, MU maupun Chelsea memiliki banyak kesempatan.
"Chelsea menciptakan banyak kesempatan untuk mencetak gol, tapi saya pikir penampilan kami lebih baik dari mereka. Itu sebabnya kami mencetak tiga gol. Kami lebih percaya diri dan permainan kami lebih baik, kami pantas untuk menang," tandasnya.
MU Memimpin Sendirian
Lepas dari segala kontroversi gol berbau 'offside', kemenangan Manchester United atas Chelsea pada pertandingan Premier League di Old Trafford, Minggu (18/9), membawa juara bertahan ini yang sebelumnya berbagi tempat dengan Manchester City, kini sendirian menguasai klasemen dengan 15 poin dari lima pertandingan.
Gol pertama pertandingan ini diciptakan bek Chris Smalling pada menit ketujuh. Dari tengah kotak penalti, ia menanduk bola kiriman Ashley Young masuk sudut kiri atas gawang tim tamu. Posisinya memang terkesan sudah agak mendahului barisan bek Chelsea sebelum menyundul bola.
Keunggulan MU diperbesar oleh Nani pada menit ke-37. Inilah pula yang dituding berbauh keberuntungan karena posisi 'offside'-nya tidak dianulir wasit.
Dari luar kotak penalti, Nani menembakkan bola yang melesat masuk sudut kanan atas gawang Cech.
Wayne Rooney kembali memperbesar keunggulan MU pada penghujung babak pertama. Gol bermula dari usaha John Terry membuang bola. Sesudah mengenai Nani, bola kemudian bergulir ke arah Rooney, yang menembakkan bola masuk tengah gawang Cech.
Chelsea kemudian memangkas selisih melalui Fernando Torres pada menit ke-46. Gol bermula dari umpan Nicolas Anelka ke tengah kotak penalti, yang berhasil dijangkau Torres dan dilesakkan ke tengah gawang David De Gea.
Pada menit ke-55, wasit memberikan hadiah penalti kepada MU, menyusul pelanggaran Jose Bosingwa kepada Nani. Rooney yang dipercaya melakukan eksekusi tampak tergelincir sesaat sebelum menendang bola sehingga tembakannya meleset ke sisi kiri gawang Cech.
Rooney berpeluang menebus kegagalannya pada menit ke-77. Namun, tembakannya membentur mistar gawang.
Torres juga menciptakan peluang emas lagi pada menit ke-84. Sesudah menguasai umpan terobosan Ramires, ia berhasil mengecoh De Gea dan berhadapan dengan gawang yang kosong. Ia kemudian mengeksekusi bola, yang meleset ke sisi kanan gawang.
Hal serupa juga dialami Dimitar Berbatov pada 'injury time'. Peluang bermula dari pergerakan Rooney menembus kotak penalti. Ketika Cech menghampirinya, ia mengirim bola kepada Berbatov ke sisi lainnya. Berbatov berhasil menjangkau bola dan menembakkannya. Namun, bola melesat ke sisi kiri gawang Chelsea, akibat antisipasi Ashley Cole.
Kedua kubu terus berusaha menambah gol. Namun, skor 3-1 untuk tuan rumah tak kunjung berubah sampai peluit berbunyi panjang.
Selama 90 menit, MU menguasai bola sebanyak 57 persen dan menciptakan enam peluang emas dari 14 usaha. Adapun Chelsea melepaskan delapan tembakan akurat dari 22 percobaan.
Susunan pemain
MU: David De Gea; Phil Jones, Jonny Evans, Patrice Evra, Chris Smalling (Antonio Valencia 62); Anderson (Michael Carrick 62), Darren Fletcher, Ashley Young, Nani; Javier Hernandez (Dimitar Berbatov 79), Wayne Rooney
Chelsea: Petr Cech; John Terry, Branislav Ivanovic, Ashley Cole, Jose Bosingwa; Raul Meireles (John Mikel Obi 79), Frank Lampard (Nicolas Anelka 46), Ramires, Juan Mata; Fernando Torres, Daniel Sturridge (Romelu Lukaku 68)
Wasit: Philip Dowd. (****/kps)
Pewarta : ANTARA News
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026

