
Jalan Lintas Timur Sumatra Rusak Parah

Pekanbaru, 4/8 (ANTARA) - Pengguna kendaraan bermotor mengeluhkan kerusakan parah di Jalan Lintas Timur Sumatera di wilayah Provinsi Riau, yang diperkirakan bakal menghambat arus mudik Lebaran tahun ini.
"Dulunya sebelum jalan ini rusak parah, jarak 150 kilometer bisa ditempuh sekitar 2,5 jam, tapi sekarang paling cepat empat jam," kata seorang supir truk, Ujang (45), Kamis.
Ia mengatakan, kerusakan parah akibat jalan berlubang dan bergelombang banyak ditemukan di Jalan Lintas Timur Sumatera yang tepatnya berada di daerah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dan Indragiri Hulu (Inhu). Jalan tersebut menhubungkan Provinsi Riau dan Jambi.
Menurut dia, jalan negara yang rusak tersebut diperkirakan panjangnya mencapai 150 kilometer dari daerah Kemuning hingga Lirik.
"Mobil besar tak bisa melaju dengan leluasa karena untuk menghindari kerusakan mesin," ujarnya.
Kerusakan jalan tersebut tampak mulai dari Kecamatan Batang Gangsal, Siberida, Rengat Barat dan Lirik (Inhu). Kerusakan ini berlanjut ke Kecamatan Keritang-Kecamatan Kemungkin (Inhil), serta berlanjut ke perbatasan Riau dengan Provinsi Jambi.
Sebagian kondisi aspal mengelupas hampir separuh badan jalan dengan panjang hampir 100 meter. Pada saat cuaca panas, jalan tersebut mengakibatkan asap debu yang tebal karena kondisi jalan tinggal tanah tanpa tertutup aspal.
Kondisi kerusakan lainnya yakni jalan berlubang berdiameter mulai 30 centimeter hingga dua meter. Seperti yang terlihat di daerah Belilas, Ibukota Kecamatan Siberida, kerusakan jalan yang parah terdapat di depan pasar Belilas.
Lubang besar menganga di tengah jalan dengan diameter lebih dari 1,5 meter dan kedalaman hampir satu meter.
Seorang warga lainnya, Bagus (31), mengatakan saat hujan permukaan jalan menjadi kubangan lumpur yang licin.
"Kalau hujan sering ada truk tronton yang terpuruk di tengah jalan di dalam lubang berkubang lumpur," katanya.
Menurut dia, kerusakan jalan tersebut sudah lama terjadi karena tak sanggup menahan beban truk pengangkut kayu gelondongan dan buah kelapa sawit yang terlalu berat.
Ia menyayangkan, pemerintah tak serius memperbaiki kerusakan di jalan lintas provinsi itu.
"Biasanya kalau mau Lebaran, lubang-lubang yang besar di tengah jalan ini hanya ditimbun material seadanya tanpa ada pengaspalan," ujarnya.
Pewarta : FB Rian Anggoro
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026

