
Bupati: Kampar Tercemar Asap Kiriman
Rabu, 16 September 2015 20:42 WIB

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Sebagian besar wilayah di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, saat ini masih tercemar kabut asap kiriman dari daerah lain akibat kebakaran lahan gambut, kata Bupati setempat Jefry Noer.
"Sesungguhnya kabut asap bukan musibah melainkan cobaan bagi semua. Untuk itu, kita ambil hikmah kejadian kabut asap dan sama-sama memberantas dan menyelesaikan persoalan asap dengan cara antisipasi sumber asap agar tidak terjadi kebakaran lahan," kata Jefry saat memberi arahan dalam kegiatan apel penyambutan Satuan Setingkat Kompi (SSK) sebanyak 110 orang TNI yang didatangkan dari Mabes TNI Jakarta, Rabu siang di Kecamatan Tambang.
Jefry menjeleaskan bahwa bencana asap dan kebakaran lahan sejauh ini telah menimbulkan kerugian yang dahsyat, maka kedepan upaya tepat yang dilakukan adalah pencegahan.
Menurut dia, pemadamkan titik kebakaran lahan bukanlah hal yang susah, namun bagaimana menghilangkan asap itu hal yang sulit karena bara yang menjadi sumber api berada di dalam lahan gambut yang terbakar.
"Kemarin sudah hujan cukup lebat, jadi di Kecamatan Tambang sesungguhnya sudah tidak ada lagi titik kebakaran lahan. Kalau asap yang sekarang masih menyelimuti daerah ini adalah asap kiriman dari daerah lain," katanya.
Harapannya, lanjut Jefry, kedepan yang terpenting adalah upaya pencegahan, dan Kampar telah melakukannya dengan menyiapkan perangkat desa untuk meninjau lokasi yang dianggap rawan terjadi kebakaran lahan.
"Kepada kepala desa dan camat, saya minta untuk segera memanggil dan mendata masyarakat yang lahannya terbakar, agar di ketahui berapa banyak dan luasnya yang terbakar. Kemudian kepada Dandim dan Kapolres, diminta untuk segera dilakukan pengusutan kasus pembakaran lahan sampai tuntas. Cari tahu apakah benar karena panas, sehingga lahan gambut terbakar atau karena faktor kesengajaan," katanya.
Kedepan, kata dia, Pemkab Kampar akan membuat Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur tentang kepemilikan tanah atau lahan.
Jika tanah atau lahan tersebut tidak dimanfaatkan sekian tahun, kata Jefry, maka dapat diambil tindakan sesuai peraturan pemerintah.
"Ini adalah upaya tegas untuk mencegah terulangnya kasus kebakaran atau pembakaran lahan di Kampar," kata dia.
Apel siang itu diikuti juga oleh gabungan satuan petugas (Satgas) Karlahut dari Batalyon 321 Jakarta, Batalyon 132 BS, Polres Kampar ada sebanyak 20 personil, Brimob 60 personil atau 2 pleton, BPBD Kampar, Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang.
Dandim 0313/KPR Letkol (Kav) Yudi Prasetio menyampaikan tugas TNI yang di tempatkan di wilayah sumber asap adalah untuk memantau dengan format kerja patroli bersama.
"Untuk menghindari sebelum terjadi asap dan kalau kedapatan masyarakat yang membakar lahan, maka dilaksanakan tindakan polisionil dan dilakukan penindakan penyerahan langsung kepada pihak kepolisian," katanya.
Ia menambahkan, bahwa untuk dua pekan kedepan petugas juga turut membantu melakukan upaya pemadaman api, namun bila situasi yang berkembang lambat mungkin bisa lebih dari itu.
"Nantinya personel akan diminta bagaimana mereka bisa memadamkan asap hingga benar-benar hilang. Kalau api kadang timbul kadang menghilang tapi jika asap bisa saja menimbulkan titik api yang baru, maka itu perlu diantisipasi," katanya. (Adv)
Pewarta : Fazar Muhardi
Editor:
Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

